Senin 11 Januari 2021, 22:29 WIB

Bio Farma: Vaksin Covid-19 Sudah Bisa Digunakan di Indonesia

Faustinus Nua | Politik dan Hukum
Bio Farma: Vaksin Covid-19 Sudah Bisa Digunakan di Indonesia

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Petugas Bio Farma melakukan bongkar muat vaksin COVID-19 Sinovac

 

DIREKTUR Utama Bio Farma, Honesti Basyir mengatakan bahwa Indonesia sudah bisa menggunakan vaksin jadi Covid-19 dengan nama CoronaVac asal Sinovac. Hal itu setelah dikeluarkannya Izin Penggunaan Darurat atau Emergency Use of Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM), yang ditetapkan di Jakarta hari ini, Senin (11/1).

“Alhamdulillah pada hari ini tanggal 11 Januari 2021, Badan POM telah mengeluarkan Izin Penggunaan Darurat atau Emergency Use Authorization (EUA), untuk Vaksin CoronaVac / Inactivated SARS-COV 2 Single dose dari Sinovac untuk tenaga kesehatan yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia," ujar Honesti melalui keterangan resmi, Senin (11/1).

Dia mengatakan Bio Farma akan terus mendistribusikan vaksin CoronaVac untuk tenaga kesehatan yang tersebar di 34 provinsi. Tercatat, sampai dengan tanggal 11 Januari 2021, sudah sebanyak 1.060.440 dosis CoronaVa yang disebarkan untuk tenaga kesehatan.

"Sampai dengan hari ini, vaksin Covid-19 sudah tiba di Dinas Kesehatan Provinsi, untuk selanjutnya diberikan kepada tenaga kesehatan sesuai kebutuhan," kata dia.

Baca juga: Kemenhub Cabut Kebijakan Kapasitas Maksimal Penumpang Pesawat 70%

Dia pun menyampaikan apresiasi kepada Badan POM dan yang telah melakukan tugas pengawasan dan pendampingan atas pelaksanaan uji klinis fase 3 di Bandung, serta persiapan fasilitas produksi fill and finish vaksin Covid-19 di Bio Farma.

Selain itu kepada Komisi Fatwa MUI yang telah mengaudit kesiapan Bio Farma dalam mendistribusikan dan memproduksi fill and finish vaksin Covid-19 yang sesuai dengan kaidah syariah Islam. Sehingga umat muslim di Indonesia, dapat melaksanakan vaksinasi dengan tenang.

“Tidak lupa kami ucapkan juga terima kasih kepada pihak Majelis Ulama Indonesia, yang telah memberikan sertifikat halal baik untuk vaksin Covid-19 dalam bentuk produk jadi, maupun yang akan diproduksi sendiri oleh Bio Farma. Aspek kehalalan merupakan hal yang sangat penting di Indonesia, mengingat mayoritas masyarakat Indonesia beragama muslim," ucapnya.

Sebelumnya, pada tanggal 8 Januari 2021, dalam sidang Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), juga telah memutuskan bahwa baik vaksin CoronaVac, maupun produk fill and finish Covid-19 yang dikerjakan di Bio Farma dengan nama Cov2Bio, berstatus Suci dan Halal. Ketetapan ini dituangkan dalam Fatwa Nomor 02 Tahun 2021 Tentang Vaksin Covid-19 Dari Sinovac Life Sciences Co. Ltd. China dan PT. Bio Farma (Persero) pada tanggal 11 Januari 2021.

Dengan demikian, vaksin yang diimpor oleh induk holding BUMN Farmasi, memenuhi aspek halal dan terjamin keamanan, dengan efek samping yang tidak berbahaya, dan bisa diberikan kepada tenaga kesehatan sebagai kelompok prioritas pertama.

Baca juga: Tujuh Gubernur se-Jawa dan Bali Telah Keluarkan Aturan soal PPKM

Adapun, Izin Penggunaan Darurat dari Badan POM ditandai dengan adanya nilai efikasi (kemanjuran) setara dengan 65,3%. Angka itu diambil dari laporan interim 3 bulan pasca suntikan kedua dari uji klinis fase 3 di Bandung sejak Agustus 2020 yang lalu terhadap 1.620 relawan.

Kepala Badan POM, Penny K Lukito mengatakan bahwa hasil 65,3% memiliki arti bahwa CoronaVac dapat menurunkan angka kejadian Covid-19 hingga 65,3%. “Angka 65,3% dari hasil uji klinik di Bandung tersebut menunjukkan, harapan bahwa vaksin ini, mampu untuk menurunkan kejadian penyakit Covid-19 hingga 65,3%,” ujar Penny.

Angka 65,3% di Bandung, juga akan disandingkan dengan angka efikasi di Brazil yang menghasilkan 78% dan Turki menghasilkan angka 91%. Hasil efikasi dari ketiga negara tersebut tercatat diatas ambang batas efikasi yang sudah ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yaitu 50%.

Dia melanjutkan, Badan POM juga mengevaluasi kemampuan tubuh dalam menghasilkan antibodi (imunogenisitas) dan juga kemampuan antibodi dalam menetralkan virus SARS-COV2 yaitu sebesar 99,23%.

Selain melihat efikasi, Badan POM pun sudah memastikan bahwa Sinovac sebagai produsen CoronaVac sudah memenuhi aspek Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari sisi kualitas. Hal itu dengan melakukan audit dan pengawasan.(OL-4)

Baca Juga

MI/ Susanto

Penyidik Periksa Tukang Loak dalam Kasus Asabri

👤Tri Subarkah 🕔Jumat 18 Juni 2021, 23:24 WIB
"JTH selaku pihak swasta atau tukang loak. Saksi diperiksa terkait klarifikasi blokir SID (Single Investor Identification)," kata...
MI/Panca Syurkani

LSI Denyy JA Sebut Airlangga Layak Jadi Capres, Ini Tanggapan Golkar

👤Cahya Mulyana 🕔Jumat 18 Juni 2021, 23:06 WIB
"Pada dasarnya Golkar mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang menaruh harapan terhadap Ketua umum Golkar Airlangga...
dok.mi

Kehadiran Pimpinan KPK ke Komnas HAM Niat Baik Luruskan Soal TWK

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 18 Juni 2021, 22:21 WIB
PAKAR Hukum Pidana Prof Romli Atmasasmita menilai kedatangan Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron ke Komnas HAM merupakan niat baik...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Pungli Tetap Marak Pak Satgas!

Pungli di berbagai layanan publik terus menjadi masalah yang dialami masyarakat, bahkan di tengah kesulitan ekonomi akibat pandemi.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya