Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk memasukkan mantan pesaingnya saat Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 lalu yakni Sandiaga Uno ke dalam kabinet menyusul Prabowo Subianto yang lebih dulu telah menjabat sebagai Menteri Pertahanan (Menhan).
Sandiaga menjabat sebaga Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) yang sebelumnya dijabat oleh Wishnutama Kusubandrio.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari menilai masuknya Prabowo-Sandiaga ke dalam Kabinet Indonesia Maju (KIM) secara tidak langsung dapat dikatakan sebagai proses rekonsiliasi nasional setelah Pilpres 2019. Sejak Prabowo masuk ke dalam kabinet, riset menunjukkan informasi hoaks yang merorongrong pemerintahan Jokowi turun hingga 80 persen.
"Dengan masuknya Sandiaga semoga bisa meningkatkan persatuan indonesia. Selain bahwa aroma perbaikan kinerja memang kabinet ini berfungsi sebagai sebuah elemen simbol pemersatu bangsa," ujar Qodari menguti wawancaranya dengan Metro TV di Jakarta, Rabu (23/12).
Baca juga : Cerita di Balik Pemanggilan Menteri Baru Jokowi
Menurut Qodari, reshufle pertama yang dilakukan Jokowi di pemerintahannya yang kedua ini merupakan reshufle yang tepat. Setiap pihak dapat merespons pergantian kabinet dengan positif. Baik partai pendukung maupun masyarakat.
"Ini kombinasi terbaik. Siapa yang tidak suka, saya melihat adalah kelompok-kelompok pada Pemilu lalu yag menunggangi pasangan Prabowo dan Sandiaga Uno," ujarnya.
Menurut Qodari, terlihat jelas bahwa ada kelompok pembenci Jokowi yang menunggangi pasangan Prabowo-Sandi. Sejak Prabowo bergabung di awal pemerintahan kelompok intoleran seperti PA212 langsung meyatakan ketidaksukaannya terhadap Prabowo.
"Memang kabinet Pak Jokowi ini dengan masuknya Prabowo Sandi, bisa dikatakan punya nama kedua yaitu partai rekonsiliasi nasional," ujarnya. (OL-7)
MENTERI Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan tidak ada reshuffle kabinet di istana, hari ini (28/1).
MENTERI Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan istana belum membahas soal adanya isu reshuffle kabinet. melainkan pelantikan dewan energi nasional
KEPALA Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menuturkan apabila reshuffle kabinet Merah Putih merupakan hal wajar. Sebab, saat ini jabatan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) kosong
SEKRETARIS Negara Prasetyo Hadi membantah adanya isu perombakan (reshuffle) kabinet. Menurutnya, makna reshuffle yang beredar luas di publik tidak benar.
Isu perombakan kabinet kembali menguat seiring santernya kabar nama Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi Gerindra, Budi Djiwandono, yang disebut-sebut berpeluang masuk ke jajaran eksekutif
Pemerintahan Prabowo-Gibran genap berusia satu tahun pada 20 Oktober 2025. Dari sektor ekonomi, beberapa capaian mendapat apresiasi. Namun sejumlah catatan juga dinilai masih berantakan.
Bahlil Lahadalia, menyampaikan apresiasi kepada generasi muda Indonesia yang telah membantu untuk memenangkan pasangan calon nomor urut 2.
Relawan Muda Airlangga Hartarto (Rumah Indonesia) memberi dukungan Prabowo Subianto-Erick Thohir sebagai pasangan calon presiden dan calon wakil presiden pada pemilu 2024.
Ketegasan karakter Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menjadi poin positif bagi Prabowo dalam kontestasi pemilu mendatang.
Elektabilitas calon presiden menuju Pilpres 2024 masih dinamis.
Hijrahnya Sandiaga Uno ke Partai Persatuan Pembangunan (PPP) berpeluang memunculkan kembali duet dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
RATUSAN relawan Jawara Prabowo-Sandi 2019 Provinsi Banten, resmi menyatakan dukungan kepada Menteri BUMN Erick Thohir untuk maju pada Pilpres 2024.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved