Senin 21 Desember 2020, 02:50 WIB

Setop Aksi Jalanan

Sri Utami | Politik dan Hukum
Setop Aksi Jalanan

MI/Ramdani
Demo Massa aksi 1812, di kawasan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (18/12/2020).

 

DI tengah pandemi covid-19 yang masih menggila, seluruh bentuk kerumunan termasuk aksi ekstraparlementer seperti unjuk rasa pantang dibiarkan. Semua pihak harus punya kepedulian untuk memutus rantai penularan virus mematikan itu.

Meski virus korona nyatanyata masih merajalela, nyatanya beragam kerumunan yang sangat potensial menjadi sumber penularan terus saja dilakukan. Terkini, sekelompok massa turun ke jalan dalam aksi 1812 yang disesalkan banyak kalangan.

Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat menyebut gerakangerakan ekstraparlementer untuk mewujudkan tujuan politik sekelompok orang sesungguhnya membuang energi secara percuma. Pengamat politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Adi Prayitno pun menilai, lebih baik aksi semacam itu dihindari dalam situasi pandemi.

“Ini rumit. Satu sisi, demonstrasi dijamin konstitusi di sisi lainnya kerumunan dilarang karena pandemi. Tetapi, kalau tidak sesuai dengan protokol kesehatan, (aksi ekstraparlementer) layak dibubarkan karena untuk mengantisipasi sebaran wabah,” ujar Adi, kemarin.

Dia sependapat bahwa gerakan ekstraparlementer terjadi akibat kegagalan partai politik dalam mengartikulasikan aspirasi sekelompok masyarakat. Namun, beberapa aksi jelas merupakan upaya pembelaan terhadap kelompok tertentu.

Senada, pengamat politik dari Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah mengatakan demonstrasi harus dilihat dari sisi regulatif, khususnya dalam masa pandemi. Kepolisian memiliki kewajiban menghalau aksi demi menegakkan regulasi penanganan pandemi yang lebih prioritas.

Namun, terang Dedi, pemerintah harus menjadi pihak yang pertama kali bersikap bijak dengan tidak mengabaikan hak publik, bersikap adil, dan menerapkan kesetaraan di berbagai bidang.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan aksi 1812 telah memantik penularan korona. Setidaknya ada 38 pendemo yang reaktif covid-19. Dia berharap warga Jakarta tidak melakukan kegiatan yang menimbulkan kerumunan lagi. (Sru/Hld/X-8)

Baca Juga

dok.ist

Pengamat: Kritikan SBY Soal Dugaan Kecurangan Pemilu 2024 Asumsi Saja

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 25 September 2022, 19:05 WIB
DIREKTUR Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menilai, kritik Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, SBY soal dugaan...
Instagram @gerindra

Prabowo Sowan Ke 9 Kiai Sepuh NU Jateng, M Qodari: Game Changer di Pilpres 2024

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 25 September 2022, 17:57 WIB
“Ini memperlihatkan arah baru untuk segmentasi atau basis politik yang dituju. Kita tahu pada 2014 dan 2019 arahnya itu dengan...
Ist/DPR

Johan Budi: Gunakan UU TPPU dalam Pengungkapan Kasus Judi

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 25 September 2022, 17:05 WIB
DPR mengusulkan UU 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (UU TPPU) dalam upaya penindakan kasus...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya