Senin 30 November 2020, 23:55 WIB

Hakim Nilai Aneh Jaksa tidak Rinci Periksa Pinangki

Sri Utami | Politik dan Hukum
Hakim Nilai Aneh Jaksa tidak Rinci Periksa Pinangki

ANTARA/Sigid Kurniawan
.

 

KETUA Majelis Hakim Ignatius Eko Purwanto merasa aneh kepada saksi Luphia Claudia Huae, seorang jaksa. Pasalnya, saksi tidak mendalami atau memanggil Joko S Tjandra saat pemeriksaan untuk pemberian sanksi kepada terdakwa, jaksa Pinangki Sirna Malasari.

"Bagi majelis itu aneh. Memeriksa harusnya detail. Saudara adalah jaksa di bidang pengawasan mendapat jawaban (dari terdakwa) bahwa ini power plan yang ditawarkan. Makanya aneh ketika itu tidak diperdalam. Power plan itu yang seperti apa, siapa yang punya kegiatan di bidang itu," cetusnya dalam sidang pemeriksaan saksi terdakwa Pinangki Sirna Malasari, Senin (30/11).

Hakim juga menanyakan terkait nama Joko S Tjandra yang disebut oleh terdakwa Pinangki Sirna Malasari saat pemeriksaan internal di Kejasaan Agung. Luphia mengatakan dalam pemeriksaan terdakwa sempat ditanyakan terkait Joko S Tjandra, termasuk alamat rumah terpidana hak tagih Bank Bali tersebut. Tapi kemudian tidak dilakukan pemanggilan terhadap Joko S Tjandra.

"Nama yang disebut tadi apakah juga diperiksa? Kenapa tidak didalami? Dari Rahmat tidak diperdalam karena dia kenalan Rahmat?" tanya Majelis Hakim.

Dari kesaksian Luphia, memperdalam tindak pidana yang dilakukan terdakwa sepenuhnya diserahkan kepada penyidik Tindak Pidana Khusus Kejagung.

"Karena kami sebetulnya satu rangkaian dari rangkaian adanya penerimaan uang. Kami dan tim sepakat bahwa yang ada kaitannya atau ada indikasi tindak pidana itu tidak kami utak atik lagi. Itu akan kami serahkan ke Jampidsus untuk ditindaklanjuti," terangnya.  

Luphia merupakan anggota tim pengawasan yang memeriksa terdakwa Pinangki dan Rahmat yang terlibat dalam  kasus korupsi terkait kepengurusan fatwa di Mahkamah Agung (MA) Joko S Tjandra.

Pinangki yang saat ini dinonaktifkan dari jabatannya sebagai jaksa telah diperiksa sebanyak dua kali dan Rahmat satu kali. Dalam pemeriksaan, Pinangki sempat mengubah keterangannya terkait perkenalan dengan Joko S Tjandra. (OL-14)

Baca Juga

Antara

RUU Pemilu Perlu Tingkatkan Batas Sumbangan Kampanye

👤Tri Subarkah 🕔Minggu 24 Januari 2021, 22:30 WIB
Ia juga mendorong agar laporan dana kampanye diatur lebih ketat dengan dengan audit investigatif, transparan, dan...
Antara

Munarman FPI Berang ke PPATK, Ini Penyebabnya

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Minggu 24 Januari 2021, 20:06 WIB
“Memangnya kalau dari luar negeri itu otomatis bandit semua apa, koruptor semua apa? Seperti para elit di sini,”...
Antara

PPATK Sebut FPI Banyak Terima Dana dari Luar Negeri

👤Despian Nurhidayat 🕔Minggu 24 Januari 2021, 19:45 WIB
"Iya itu betul, tapi kan belum berarti bisa disimpulkan apa-apa. Transaksi ke luar negeri biasa juga dilakukan organisasi, individu,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya