Senin 30 November 2020, 21:59 WIB

Amnesty Sebut Kekerasan di Sigi Serangan terhadap Minoritas

Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum
Amnesty Sebut Kekerasan di Sigi Serangan terhadap Minoritas

Antara/Dhemas Reviyanto
Direktur Amnesty International Indonesia Usman hamid

 

AMNESTY International Indonesia mengutuk keras pembunuhan dan aksi pembakaran yang terjadi di Sigi, Sulawesi Tengah. Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid menilai aksi kekerasan di Sigi merupakan serangan terhadap kelompok minoritas beragama.

"Pihak berwenang wajib melakukan pengusutan yang segera, komprehensif, independen, imparsial dan efektif. Semua pelaku intimidasi dan serangan terhadap pemeluk agama minoritas mana pun harus diadili sesuai standar peradilan internasional, tanpa tuntutan hukuman mati," kata Usman melalui keterangan pers di Jakarta, Senin (30/11).

Pada Jumat (17/11) lalu, kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora menyerang permukiman warga transmigrasi dan membunuh empat orang serta membakar beberapa rumah di Kecamatan Palolo, Sigi. Salah satu rumah yang dibakar biasa dijadikan tempat beribadah umat Gereja Bala Keselamatan.

Menurut Usman, aksi tersebut merupakan kekerasan terhadap kelompok warga yang didasarkan pada agama. Dalam mengusut kasus itu, Usman mengatakan kepolisian semestinya tidak mempersoalkan formalitas pengakuan atas tempat yang dibakar tersebut sebagai rumah ibadah atau bukan.

Baca juga : Buru MIT, TNI Terjunkan Pasukan Khusus

"Suatu tempat merupakan tempat beribadah bukan tergantung pada legal formal, tapi pada pengakuan dan fungsi sosialnya yang diakui oleh warga pemeluknya dan juga masyarakat," ucapnya.

Atas aksi tersebut, Amnesty juga mendesak pemerintah mengambil langkah-langkah efektif untuk memastikan pemeluk agama minoritas dilindungi. Usman mengatakan kekerasan tersebut merupakan serangan serius terhadap HAM termasuk hak berkeyakinan dan beragama.

"Pemerintah wajib menjamin mereka dapat mempraktekkan keyakinan mereka secara bebas dari rasa takut, intimidasi, serangan, atau sanksi hukuman dari aturan yang diskriminatif," ucapnya. (OL-7)

Baca Juga

ZOOM

LSI: Komitmen ASN Terhadap Demokrasi dan Toleransi Cukup Tinggi

👤Indriyani Astuti 🕔Minggu 18 April 2021, 18:25 WIB
Mereka tidak mempermasalahkan apabila atasan mereka merupakan orang dengan agama...
MI/Emir Chairullah

Program Deradikalisasi BNPT Dinilai Belum Efektif

👤Emir Chairullah 🕔Minggu 18 April 2021, 17:20 WIB
BNPT dinilai hanya sibuk menyelenggarakan kegiatan seminar ketimbang melakukan penetrasi ke masyarakat untuk mencegah aktivitas...
Dok/facebook/Husin shahab

Husin Shahab Laporkan Pria yang Mengaku Nabi ke-26

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Minggu 18 April 2021, 17:07 WIB
Politikus PSI itu menilai perbuatan yang dilakukan Joseph pun menuai kecaman dan disebut sebagai bentuk penistaan agama terhadap...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Maksimalkan Target di Ajang Pramusim

EMPAT tim semifinalis Piala Menpora, yakni PSS Sleman, Persib Bandung, Persija Jakarta, dan PSM Makassar, akan memaksimalkan turnamen pramusim sebelum berlanjut ke Liga 1

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya