Minggu 29 November 2020, 05:00 WIB

Anies Mulai Bersih-Bersih

Putri Anisa Yuliani | Politik dan Hukum
Anies Mulai Bersih-Bersih

Sumber: Tim Riset MI-NRC

 

SETELAH Polri, giliran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan tindakan bersih-bersih dengan mencopot sejumlah pejabat yang dianggap lalai menangani kerumunan yang ditimbulkan pimpinan FPI Rizieq Shihab.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mencopot Bayu Meghantara dan Andono Warih sebagai Wali Kota Jakarta Pusat dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI, terhitung 24 November lalu.

Seusai dicopot, keduanya langsung dimutasi sebagai anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) sampai ada penugasan lebih jauh. Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi pun ditunjuk sebagai Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Jakarta Pusat.

"Pencopotan ini berdasar dari hasil audit inspektorat," ujar Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Chaidir dalam keterangan persnya, kemarin.

Pemeriksaan inspektorat berdasar instruksi Gubernur kepada Plt Inspektur Inspektorat DKI Jakarta Syaefulloh Hidayat untuk memeriksa Bayu dan Andono terkait adanya dugaan potensi pelanggaran terhadap arahan Gubernur.

Bayu dianggap lalai dalam menegakkan PSBB sehingga kerumunan terjadi di acara yang diselenggarakan Rizieq pada 14 November lalu, sedangkan Kadis LH Andono Warih dianggap melanggar karena mengirimkan fasilitas toilet mobile ke lokasi acara. Padahal, Pemprov DKI Jakarta melarang memberikan fasilitas apa pun pada acara yang dapat memicu kerumunan massa.

"Permasalahannya bukan sekadar soal terjadinya peminjaman, tetapi soal lima arahan tertulis yang jelas dan tegas dari atasan tidak dilaksanakan dengan baik. Mereka mengakui dan dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang ada," jelas Chaidir.

Pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansyah mengapresiasi keputusan Anies itu. "Ya sudah tepat itu. Kan saat diperiksa di Polda Metro Jaya pun sudah ada titik terang bahwa dikatakan ada unsur pidana. Jadi, yang menyangkut kasus itu, ya harus dicopot," kata Trubus ketika dihubungi kemarin.

Trubus pun berharap pencopotan ini tidak berhenti pada dua pejabat tersebut. Menurutnya, cukup banyak unsur yang terlibat seperti Satpol PP dan Dinas Perhubungan.

"Jadi, jangan berhenti sampai Pak Wali Kota. Pejabat lain yang terindikasi juga lebih baik dibebastugaskan," ungkapnya.

Periksa Rizieq

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat mengatakan pihaknya akan kembali memanggil sejumlah pihak sebagai saksi untuk mencari barang bukti lebih lanjut guna mencari siapa tersangka terkait kasus kerumunan itu.

Ia akan memeriksa semua yang terlibat dalam acara pernikahan itu, termasuk Rizieq Shihab.

"Pihak-pihak terkait yang dibutuhkan untuk memenuhi alat bukti itu. Jadi, semua, siapa saja. Kami tidak mengkhususkan satu orang. Siapa saja yang terkait dengan pemenuhan alat bukti itu akan kami undang," kata Tubagus, kemarin.

Sebelumnya, penyidik Polda Metro Jaya telah melakukan gelar perkara. Hasilnya, kasus itu dinaikkan ke penyidikan. (Faj/X-10)

Baca Juga

Dok. Pribadi

Jadi Calon Kapolri Termuda, Listyo Harus Perkuat Soliditas Polri

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 23 Januari 2021, 23:00 WIB
Komjen Listyo merupakan lulusan Akpol Angkatan 1991. Dari lima nama Jenderal yang diajukan Kompolnas ke Presiden Joko Widodo, dia merupakan...
dok.mi

Pihak GRP Optimistis Permohonan PKPU Ditolak

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 23 Januari 2021, 22:55 WIB
KUASA hukum PT Gunung Raja Paksi Tbk (GRP) optimistis, hakim akan menolak permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang  (PKPU) PT...
MI/M. Irfan

KPK Telusuri Fee Kasus Proyek Citra Satelit BIGĀ 

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Sabtu 23 Januari 2021, 20:00 WIB
Penelusuran itu dilakukan melalui pemeriksaan saksi Direktur PT Bhumi Prasaja Rasjid A Aladdin yang merupakan rekanan proyek...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya