Senin 23 November 2020, 18:44 WIB

Dukungan Mengalir, Banjir Karangan Bunga untuk Pangdam Jaya

Rahmatul Fajri | Politik dan Hukum
Dukungan Mengalir, Banjir Karangan Bunga untuk Pangdam Jaya

MI/ANDRI WIDIYANTO
Sejumlah warga mendokumentasikan ratusan karangan bunga yang berjejer disepanjang pagar dan kawasan Markas Kodam Jaya

 

PANGDAM Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman banjir dukungan setelah dengan tegas menurunkan baliho Front Pembela Islam (FPI) dan mengusulkan ormas yang dipimpin Habib Rizieq Shihab itu dibubarkan. Terlepas dari kritikan TNI yang turun tangan menurunkan baliho itu, dukungan kepada Dudung mengalir dengan deras.

Dukungan itu terlihat dari ratusan karangan bunga yang berjejer di depan markas Kodam Jaya, Jalan Mayjen Sutoyo, Cililitan, Jakarta Timur. Karangan bunga dari berbagai elemen masyarakat itu berisi sederet pesan dan dukungan kepada Dudung.

Selain itu, pesan dukungan juga ditujukan kepada TNI yang telah menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Lalu, ada pula permintaan membubarkan FPI dan mengkarantina Habib Rizieq Shihab.

"TNI Hebat, Kodam Jaya dahsyat. Kami lintas alumni Bandung dukung TNI dan Kang Dudung," tulis Lintas Alumni Bandung di karangan bunga itu. "Terima kasih Kodam Jaya atas ketegasanmu melawan pemecah bangsa," bunyi karangan bunga dari Komunitas Srikandi Indonesia.

Begitu juga dengan Perhimpunan Nahdlatul Ulama Jawa Barat yang meminta memberantas ormas pemecah belah bangsa. "Bubarkan ormas pemecah belah dan terima kasih tindakan tegas TNI dan Polri," bunyi karangan bunga itu.

Dari pantauan Media Indonesia, karangan bunga yang berjejer sepanjang hampir 200 meter itu juga menarik perhatian dari warga sekitar yang melintas. Banyak warga yang berhenti untuk sekadar swafoto dengan latar karangan bunga itu. Petugas dari TNI dan Polisi pun turun tangan dengan berjaga di pinggir jalan untuk mencegah tersendatnya arus lalu lintas.

"Saya mendukung Pangdam Jaya karena sudah bersikap tegas," ungkap Ali, seorang pria paruh baya yang berhenti di depan karangan bunga dan berswafoto.

Begitu juga dengan Edi Bustamam yang berhenti untuk berswafoto. "Bravo TNI!" ujarnya.

Baca juga: TNI: Penurunan Baliho Tanggung jawab Pangdam Jaya

Derasnya dukungan kepadanya, tak membuat Dudung sesumbar. Ia mengatakan upaya menurunkan baliho dan menjaga ketentraman selama ini tak hanya dilakukan TNI, tetapi juga merupakan kerja bersama Polri dan Satpol PP.

"Saya lihat itu ada bunga-bunga ucapan selamat kepada Pangdam dan Kapolda tentunya, di situ ada TNI Polri. Dukungan itu tidak hanya sekedar untuk TNI saja, tapi polisi juga," tutur Dudung. (OL-4)

Baca Juga

MI/Pius Erlangga

KPU : Kultur Demokrasi dalam Pemilu Masih Lemah

👤Indriyani Astuti 🕔Rabu 20 Oktober 2021, 14:13 WIB
"Kesediaan menerima perbedaan pilihan politik juga masih cukup rendah, lalu maraknya hoaks dan berita bohong ( fake news) sebagai...
Antarta

KPK: Kebetulan Beruntun Kader Golkar yang Langgar Hukum

👤Cahya Mulyana 🕔Rabu 20 Oktober 2021, 13:36 WIB
KPK menegaskan penindakan yang dilakukan berdasarkan landasan hukum. Tidak ada kaitannya penangkapan yang telah dilakukan dengan...
Antara

Kejagung Segera Tingkatkan Kasus Impor Emas ke Penyidikan

👤Tri Subarkah 🕔Rabu 20 Oktober 2021, 13:21 WIB
"Prinsip kita, penyelidikan sudah hampir kelar," kata Supardi di Gedung Bundar, Jakarta, Selasa (19/10)...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Rakyat Kalimantan Selatan Menggugat Gubernur

Sebanyak 53 warga terdampak bencana banjir dari sejumlah kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan menggugat Gubernur Sahbirin Noor.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya