Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
INDIKATOR Politik Indonesia (IPI) menyebut lebih dari 50% warga Tanggerang Selatan (Tangsel) akan berpartisipasi pada hari pemungutan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020. Mereka mengaku akan hadir ke tempat pemungutan suara (TPS).
"Besar kemungkinan 57,9% warga Tangsel datang ke TPS untuk menggunakan hak suara," ujar Direktur Eksekutif IPI Burhanuddin Muhtadi, dalam rilisnya secara virtual, Selasa (17/11).
Burhanuddin menambahkan hasil survei tersebut belum dapat memastikan sebagian besar warga Tangsel bersungguh-sungguh datang ke TPS. Terlebih terdapat 12,4% warga Tangsel mengaku kecil kemungkinan hadir ke TPS.
Baca juga: DKPP Periksa Komisioner KPU & KPU Kabupaten Serdang Bedagai
Selain itu terdapat 3,9% warga Tangsel yang mengaku sangat kecil kemungkinan hadir ke TPS. Kondisi ini harus menjadi perhatian serius bagi Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam hal memastikan keamanan dan keselamatan pemilih terpenuhi.
"Bagi warga Tangsel yang peduli kesehatan, (KPU) dianggap tidak mengirim sinyal positif terhadap protokol kesehatan, bisa jadi golputnya lebih besar karena faktor pandemi," tuturnya.
Lebih lanjut, survei menginformasikan faktor pendidikan mempengaruhi minat masyarakat untuk datang ke TPS. Hal itu dialami warga Tangsel yang mengenyam pendidikan kuliah.
"Sebanyak 76,1% warga Tangsel pendidikan kuliah besar dan sangat besar untuk datang ke TPS," jelasnya. (OL-1)
Prioritas pembangunan disesuaikan dengan kebutuhan seperti untuk peningkatan akses pendidikan bagi anak anak, penanganan sampah, banjir, dan lain lain.
Konsentrasi partikel halus () di Tangerang Selatan kerap melampaui ambang batas aman yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
KEPOLISIAN Resor (Polres) Tangerang Selatan (Tangsel) menangkap seorang oknum guru di Rawa Buntu, Serpong, Tangsel berinisial YP, 55. Ia diduga mencabuli belasan muridnya.
Data lapangan menunjukkan bahwa pada Jumat (16/1/2026), di Pos Ciputat dan Pasar Cimanggis, masih banyak warga yang tidak membawa identitas (KTP) saat terjaring.
Pemkot tidak akan mengambil langkah sepihak atau memaksakan kerja sama tanpa adanya kesepakatan bersama dengan wilayah terkait.
PEMERINTAH Kota Tangerang Selatan (Tangsel) meluncurkan Rencana Capaian 100 Hari Tim Percepatan Pengelolaan Sampah sebagai langkah darurat mengatasi keterbatasan kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved