Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
BARESKRIM Polri telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka baru dalam kasus kebakaran gedung utama Kejaksaan Agung (Kejagung) RI.
Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo, menjelaskan ketiga tersangka baru tersebut berasal dari pihak swasta hingga mantan pegawai Korps Adhyaksa.
"Kita menetapkan 3 tersangka dari 20 hari proses penyidikan yang kita lakukan setelah sebelumnya menetapkan 8 tersangka," ungkap Sambo, di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (13/11).
Sambo menuturkan dari gelar perkara yang telah dilakukan, penyidik menetapkan tiga tersangka bersinial MD, J dan IS.
Adapun tersangka MD ditetapkan jadi tersangka berkat hasil dari pengembangan pemeriksaan tersangka R yang merupakan direktur PT APM.
"Tersangka R menjelaskan bahwa yang melaksanakan seluruh kegiatan pengadaan alat pembersih di gedung Kejagung adalah tersangka MD," papar Sambo.
Baca juga: KPK Selisik Pencairan Proyek Gereja Mimika
Perusahaan PT APM, lanjut Sambo, hanya meminjam bendera sehingga proses pengkajian, pembelian seluruh alat yang digunakan untuk kebersihan di gedung dilakukan oleh MD.
Kemudian, dari olah TKP Puslabfor dan ahli kebakaran, Sambo menyebut ada dua akseleran yang menyebabkan gedung utama Kejagung terbakar. Akseleran pertama adalah minyak lobi atau dusk cleaner dengan merek top clean
Akseleran kedua ialah salah satu bahan aluminum composite panel (ACP) yang berada di sisi luar seluruh gedung Kejagung.
Maka, tersangka kedua berinisial J memiliki peran tidak melakukan survei kondisi gedung Korps Adhyaksa itu dengan benar.
Penyidik juga menyimpulkan bahwa J tidak memiliki pengalaman sebagai konsultan perencana ACP.
"Konsultan perencana yang itu tidak dilakukan sehingga kita bisa mengenakan dua tersangka ini masuk dalam kata lalai menyebabkan terbakarnya gedung Kejagung," ucap Sambo.
Terakhir, tersangka I yang merupakan Mantan pegawai Kejagung ini tidak memilih konsultan perencana yang berpengalaman.
"Kemudian tidak melakukan pengecekan bahan-bahan yang digunakan, khususnya ACP," ujar Sambo.
Atas perbuatannya, ketiga tersangka baru bakal dijerat Pasal 188 KUHP, juncto Pasal 55 huruf 1 ke 1 KUHP dengan ancaman pidana di atas 5 tahun. (OL-4)
Total, sudah ada tiga Kajari dijemput untuk diperiksa Kejagung.
Jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Agung akan menghadirkan sejumlah tokoh sebagai saksi dalam sidang perkara dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang periode 2018-2023.
Fakta persidangan telah membuktikan nilai Rp 2,9 triliun bukanlah kerugian negara. Nilai itu adalah pembayaran Pertamina atas penyewaan tangki BBM milik PT OTM.
Kejaksaan Agung (Kejagung) membeberkan review singkat atas persidangan dugaan rasuah pada pengadaan sistem Chromebook di Kemendikbudristek.
Tim kuasa hukum Martin Haendra Nata menegaskan bahwa seluruh tindakan kliennya dalam perkara tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina telah dijalankan sesuai prinsip GCG.
Anang mengajak masyarakat turut memantau semua proses RJ yang terjadi di Indonesia. Jika mengendus adanya transaksional, masyarakat diharap melapor.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved