Jumat 23 Oktober 2020, 08:38 WIB

DPR Sambut Baik Cakada yang Taat dan Sosialisasikan Prokes

Cahya Mulyana | Politik dan Hukum
DPR Sambut Baik Cakada yang Taat dan Sosialisasikan Prokes

ANTARA FOTO/Abriawan Abhe
Ilustrasi: Kampanye virtual

 

DPR RI mengapresiasi calon kepala daerah (Cakada) yang menaati dan menyosialisasikan protokol kesehatan (prokes) pencegahan covid-19. Pun mendorong Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI dan kepolisian untuk menindak tegas segala bentuk pelanggaran selama masa kampanye.

"Kami mengapresiasi cakada yang bukan hanya menaati prokes selama masa kampanye ini namun juga mengajak masyarakat untuk menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari," kata Wakil Ketua Komisi II DPR RI Saan Mustofa saat dihubungi, Jumat (23/10).

Ia mengatakan, ketaatan dan sosialisasi prokes sangat penting dalam memastikan pilkada 2020 aman dari penularan covid-19. Cakada yang belum menaati tata cara antisipasi virus korona mesti ditindak sesuai ketentuan yang berlaku.

"Bagi cakada yang menjalankan dan mengajak menaati prokes ini harus terus dilakukan hingga kampanye dan pilkada usai. Cakada yang terbukti abai dan melanggar ketentuan kampanye harus mendapatkan saksi tegas," urainya.

Legislator asal Partai NasDem ini menuntut Bawaslu RI dan jajaran di daerah berikut kepolisian untuk terus mengawasi jalannya kampanye. 

"Termasuk pula masyarakat atau pemilih perlu mengingatkan atau menegur cakada yang abai dan tidak memasukan sosialisasi prokes ke dalam agenda kampanye," jelasnya.

Baca juga: Cakada harus Pintar Kemas Kampanye di Masa Pandemi

Saan menilai, sejauh masa kampanye ini berlangsung, sudah berjalan kondusif terutama menyangkut jumlah pelanggaran prokes.

"Ketaatan prokes selama pilkada ini sudah lebih baik ketimbang tahapan sebelumnya. Terus ditingkatkan supaya pilkada ini aman dari virus korona, sukses dan lancar dari sisi mutu demokrasi," tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II Yaqut Cholil Qoumas menambahkan terdapat sejumlah cakada yang masih mengesampingkan ketentuan kampanye. Kegiatan tatap muka tidak mendasarkan pada ketentuan pilkada di tengah pandemi sehingga mesti menjadi bahan evaluasi dan perbaikan.

"Prokes seperti tidak diindahkan dan banyak cakada yang berkampanye masih seperti saat normal. Seharusnya cakada menggunakan momentum kampanye untuk ikut menyosialisasikan protokol kesehatan, sekaligus sebagai tanggung jawab terhadap masyarakat karena biar bagaimanapun, keselamatan masyarakat jauh lebih penting," paparnya.

Ia mengatakan, para kandidat kepala daerah harus memiliki tanggung jawab moral atas kesehatan masyarakat.

"Jika mereka merebut kekuasaan memang untuk diabdikan kepada rakyatnya. Kecuali motifnya lain, ya mereka pasti tidak peduli dengan keselamatan rakyatnya," pungkasnya.(OL-5)

Baca Juga

Antara

Ngaku Salah, Tommy Sumardi Tak Ajukan Saksi Meringankan

👤Tri Subarkah 🕔Kamis 03 Desember 2020, 14:30 WIB
Pengusaha Tommy Sumardi mengaku bersalah. Terdakwa yang mengajukan menjadi justice collaborator itu juga tidak akan mengajukan saksi...
Antara

KPK Angkut 8 Sepeda, Duit Rp4 Miliar dari Rumah Edhy Prabowo

👤Dhika kusuma winata 🕔Kamis 03 Desember 2020, 14:15 WIB
KPK menyita sejumlah dokumen, delapan sepeda, dan uang senilai Rp4 miliar dalam bentuk mata uang asing dari penggeledahan di rumah dinas...
ANTARA/Sigid Kurniawan

Mantan Anggota BPK Rizal Djalil Dipanggil KPK Sebagai Tersangka

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 03 Desember 2020, 12:46 WIB
KPK telah menetapkan Rizal dan Leonardo sebagai tersangka pada 25 September 2019. Namun, keduanya belum ditahan KPK sampai saat...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya