Rabu 30 September 2020, 19:15 WIB

Cakada harus Pintar Kemas Kampanye di Masa Pandemi

Emir Chairullah | Politik dan Hukum
Cakada harus Pintar Kemas Kampanye di Masa Pandemi

Antara/Mohamad Ayudha
Calon walikota Suraarta Gibran Rakabuming menggelar kampanye blusukan dengan media digital

 

PAKAR politik pemerintahan dari Institut Otonomi Daerah (II-Otda) Djohermansyah Djohan menilai aturan pembatasan jumlah massa saat kampanye terbuka pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 tidak efektif. Selain tak ada jaminan tak ada penyebaran virus covid-19, semakin kecil peluang para kandidat untuk menjangkau calon pemilih.

“Pembatasan jumlah massa tidak juga membuat kampanye efektif, karena kecilnya pemilih yang mampu dijangkau,” katanya kepada Media Indonesia, Rabu.

Ia mengakui, berdasarkan UU Pilkada, Komisi Pemilihan Umum (KPU) bisa membuat aturan yang mengatur metode kampanye, termasuk membatasi jumlah massa. Namun, tambahnya, hal ini berdampak kepada kekuatan finansial masing-masing calon kepala daerah.

“Calon harus rajin bikin pertemuan terbatas. Volumenya ditingkatkan,” ujarnya.

Baca juga : Mendagri: Kerumunan saat Pendaftaran Kepala Daerah tidak Terulang

Apalagi, tambah mantan Dirjen Otda Kemendagri ini, pada kenyataannya aturan pembatasan massa dalam PKPU tidak serta menjamin penularan.

“Apalagi di dalam ruangan ber-AC. Bahaya penularan virus tetap ada. Sebab rekomendasi epidemiolog kan maksimal 5 orang,” ungkapnya.

Sebelumnya, Djohermansyah menyarankan agar pelaksanaan Pilkada di tengah pandemi pada 9 Desember sebaiknya ditunda. Pemerintah tidak perlu khawatir dengan kekosongan kekuasaan yang terjadi 270 wilayah tersebut apabila Pilkada ditunda. Pasalnya, pemerintah mempunyai mekanisme pengangkatan pejabat sementara (PJs) yang memiliki kewenangan sama definitifnya dengan kepala daerah.

“Ada stoknya dan payung hukumnya pun tersedia,” pungkasnya. (OL-7)

Baca Juga

Dok.MI

Kejagung Tindak Lanjuti Investigasi TGPF Intan Jaya

👤Tri subarkah 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 17:19 WIB
Apabila hasil investigasi TGPF Intan Jaya menyangkut tindak pidana umum, maka kejaksaan akan mendukung pihak kepolisian untuk...
MI/MOHAMAD IRFAN

LPSK Siap Lindungi Saksi Kasus Tewasnya Pendeta Yeremia

👤Sri Utami 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 15:03 WIB
Saat ini permohonan yang diajukan Badan Pengurus Pusat Gereja Kemah Injil Indonesia untuk keluarga dan saksi terkait penembakan pendeta...
MI/Adam Dwi

Mantan Sekretaris MA Nurhadi tidak Ajukan Eksepsi

👤Tri Subarkah 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 14:35 WIB
Nurhadi disidang bersama terdakwa lain, yakni Rezky Herbiyono yang juga merupakan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya