Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
DESA dan warganya merupakan mitra negara dalam mewujudkan keadilan sosial. Desa juga memiliki kedudukan penting dalam program pembangunan nasional yang sesuai dengan Undang- Undang (UU) 6 Tahun 2014 tentang Desa.
“UU ini memberikan pengakuan terhadap asal usul dan budaya-budaya yang ada di desa. Pengakuan legalitas tersebut diharapkan dapat mengurangi kesenjangan desa dan kota yang selama ini ada dalam hal ekonomi dan indeks pembangunan,” ujar Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi saat menyampaikan sambutan dalam Seminar Online Sosialiasi Pancasila bertema Pengarusutamaan nilai-nilai Pancasila dalam pembangunan desa menuju Indonesia maju, kemarin.
Yudi menjelaskan, dengan adanya keadilan pembangunan yang terjamin, desa diharapkan dapat jadi arena pertemuan antara struktur kesempatan politik yang diberikan undang-undang dan partisipasi warga.
Dengan begitu, desa dapat menjadi penggerak perubahan peningkatan pembangunan ekonomi dari bawah. Tokoh desa dan tokoh agama pun bisa turut berperan dalam mewujudkan desa yang memiliki karakter Pancasila.
“Pemerintah bisa mengambil peran utama dalam menggenjot perekonomian desa, di antaranya dengan memaksimalkan potensi pariwisata desa,” ujarnya.
Menurut Yudi, bagian dari pembangunan karakter bangsa ialah sosialisasi serta internalisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan warga dan kebijakan pemerintah. BPIP disebut Yudi memberikan perhatian yang mendalam terhadap institusi-institusi yang berkaitan langsung dengan warga seperti desa.
“Di desa kita bangun karakter-karakter Pancasila. Kami percaya jika ini berhasil dilakukan di semua desa, bangsa ini akan meluncur jadi bangsa Indonesia maju dalam waktu dekat,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Taufik Madjid menilai dalam pelaksanaan pembangunan desa, nilai Pancasila wajib menjadi komitmen yang harus diamalkan bagi para penyelenggara pemerintahan desa.
“Ini penting karena ini adalah dasar. Ini adalah mandat penyelenggaraan pemerintahan, pemberian pelayanan untuk terus kita meningkatkan kesejahteraan yang ada di desa,” ujar dia.
Turut menambahkan, Ketua Komisi II DPR Ahmad Doli Kurnia menyebut wacana pembahasan dan pembumian nilai-nilai Pancasila sempat terabaikan 5-8 tahun lamanya. Dengan adanya kerjasama BPIP dengan Kemendes, program-program pembumian Pancasila diharapkan bisa dimulai dari struktur terkecil di pemerintahan, yakni desa. (Uta/P-2)
BPIP bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Indonesia (P3SI) menyelenggarakan Seminar Nasional Sejarah Pancasila
DEWAN Pimpinan Pusat Gerakan Nasionalis (DPP GAN) menggelar audiensi dengan Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Rima Agristina, beserta jajaran.
BPIP meraih predikat Informatif dengan nilai 93,35 pada Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025 oleh Komisi Informasi Pusat (KIP).
DEWAN Pakar BPIP Bidang Strategi Kebijakan Luar Negeri, Darmansjah Djumala, mengatakan bencana banjir Sumatra membangkitkan naluri kemanusiaan bangsa Indonesia.
Kepala BPIP Yudian Wahyudi menegaskan Pancasila harus menjadi roh kehidupan bangsa dan panduan dalam bertindak, berpikir, serta bersikap.
BPIP bukan sekadar simbol pembinaan ideologi, tetapi menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai Pancasila.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved