Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri berencana akan memeriksa dokter gigi dan lift di lantai 6 gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Selasa (6/10) di Mabes Polri, Jakarta.
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono, menuturkan pemeriksaan dilakukan sebagai bentuk tindaklanjut dari hasil analisis dan evaluasi (anev) pada Jumat, 2 Oktober silam.
"Penyidik melakukan pemeriksaan terhadap 5 orang ahli, yakni ahli gigi, ahli kebakaran, Kementerian Keseshatan, ahli DNA, dan ahli Digital Forensik Puslabfor," ungkap Awi di Mabes Polri, Jakarta, Senin (5/10).
Tak hanya memeriksa para ahli, penyidik juga melakukan pemeriksaan terhadap lift yang ada di Gedung Korps Adhyaksa itu.
Awi menjelaskan tim penyidik akan memerimsa timbol lift bersama dengan pembuat lift, Mitsubishi Eletric.
Awi membeberkan, penyidik juga telah membuat konsep pertanyaan dan pendalaman pemeriksaan terhadap orang-orang yang berada di lantai 6 gedung.
Sebelumnya, Awi menuturkan bakal segera mengumumkan tersangka terkait dengan kebakaran Kejagung.
Sejauh ini, Polri telah memanggil 11 saksi, termasuk petugas kebersihan yang disebut memiliki rekening gendut Rp100 juta. (OL-4)
Total, sudah ada tiga Kajari dijemput untuk diperiksa Kejagung.
Jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Agung akan menghadirkan sejumlah tokoh sebagai saksi dalam sidang perkara dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang periode 2018-2023.
Fakta persidangan telah membuktikan nilai Rp 2,9 triliun bukanlah kerugian negara. Nilai itu adalah pembayaran Pertamina atas penyewaan tangki BBM milik PT OTM.
Kejaksaan Agung (Kejagung) membeberkan review singkat atas persidangan dugaan rasuah pada pengadaan sistem Chromebook di Kemendikbudristek.
Tim kuasa hukum Martin Haendra Nata menegaskan bahwa seluruh tindakan kliennya dalam perkara tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina telah dijalankan sesuai prinsip GCG.
Anang mengajak masyarakat turut memantau semua proses RJ yang terjadi di Indonesia. Jika mengendus adanya transaksional, masyarakat diharap melapor.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved