Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT intelijen dan keamanan Universitas Indonesia Stanislaus Riyanta mengatakan saksi seorang cleaning service yang diduga memiliki saldo Rp100 juta di rekeningnya dapat menjadi petunjuk untuk mengungkap dalang di balik kebakaran Gedung Kejaksaan Agung.
Apabila kabar tersebut benar, Riyanta menyebut ada rantai panjang dalam kasus tersebut. Namun, hal itu masih perlu dibuktikan oleh penyidik Bareskrim Polri.
"Kalau misalnya dia sudah punya rekening besar gitu, justru yang dicari siapa mengirim. Dia hanya orang suruhan atau mungkin dia hanya orang yang dibayar. Dan ini menunjukan ada akses, ada petunjuk, seandainya benar dia yang pelaku," kata Riyanta saat dihubungi mediaindonesia.com dari Jakarta, Jumat (25/9).
Menurutnya, penyidik perlu bekerja sama dengan pihak bank maupun Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri aliran dana yang masuk ke rekening cleaning service tersebut.
"Ini kan penting kalau misalnya ada aliran dana berasal dari orang-orang yang pernah tersangkut kasus di Kejaksaan Agung, ya ini dikembangkan lagi," terangnya.
Meskipun belum terbukti, Riyanta sendiri sangsi bahwa cleaning service tersebut membakar Gedung Kejagung atas kepentingan pribadinya. Ia menyebut hal itu sangat tidak mungkin dan mempertanyakan masalah apa yang dimiliki cleaning service tersebut.
"Dan sebagai seorang cleaning service, dia hubungannya apa? Nah kemungkinan yang terjadi adalah, dia menjadi orang suruhan. Ini masih kemungkinan," tandas Riyanta.
Kabar mengenai rekening gendut cleaning service tersebut pertama kali diembuskan oleh politisi PDIP Arteria Dahlan. Selain soal rekening, dalam rapat kerja antara Komisi III DPR RI dan Kejagung kemarin, Arteria mempertanyakan soal akses yang dimiliki cleaning service tersebut sampai ke lantai 6 Gedung Kejagung yang menjadi sumber api kebakaran.
Cleaning service tersebut juga disinyalir mendapatkan perlakukan istimewa karena selalu didampingi saat menjalani pemeriksaan. Menanggapi hal itu, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (JAM-Pidum) Kejagung Fadil Zumhana menjelaskan bahwa pendamingan dilakukan sebagai upaya mempercepat proses penagnanan kasus.
Lebih lanjut, Fadil mengatakan hal itu dilakukan dengan berkoordinasi dengan Bareskrim Polri. "Itu bagian dari koordinasi dalam proses penanganan perkara dan untuk mempercepat proses," katanya.
Menurut Fadil, pendampingan yang diberikan saat pemeriksaan saksi juga telah sesuai dengan aturan. Hal itu, lanjutnya, mengedepankan asas peradilan sederhana, cepat, dan berbiaya ringan yang telah diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana. (OL-4)
Total, sudah ada tiga Kajari dijemput untuk diperiksa Kejagung.
Jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Agung akan menghadirkan sejumlah tokoh sebagai saksi dalam sidang perkara dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang periode 2018-2023.
Fakta persidangan telah membuktikan nilai Rp 2,9 triliun bukanlah kerugian negara. Nilai itu adalah pembayaran Pertamina atas penyewaan tangki BBM milik PT OTM.
Kejaksaan Agung (Kejagung) membeberkan review singkat atas persidangan dugaan rasuah pada pengadaan sistem Chromebook di Kemendikbudristek.
Tim kuasa hukum Martin Haendra Nata menegaskan bahwa seluruh tindakan kliennya dalam perkara tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina telah dijalankan sesuai prinsip GCG.
Anang mengajak masyarakat turut memantau semua proses RJ yang terjadi di Indonesia. Jika mengendus adanya transaksional, masyarakat diharap melapor.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved