Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
BERDASARKAN data yang dihimpun Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), hingga 14 September 2020, terdapat 75 perawat yang meninggal akibat covid-19.
Melihat hal ini, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat PPNI Harif Fhadillah mengungkapkan, pihaknya menyadari potensi risiko perawat terpapar berbanding lurus dengan penambahan kasus.
Pasalnya, makin banyak pasien yang terpapar akan semakin banyak jumlah perawat yang dibutuhkan untuk memberikan perawatan. Sebagian besar rumah sakit/fasyankes mengalami pun krisis tenaga keperawatan dan harus mengatur ulang penempatan perawat dengan meyesuaikan kondisi pasien dan kemampuan fasyankes.
"Di sisi lain perlindungan terhadap perawat belum sepenuhnya maksimal, proteksi paparan belum sesuai dengan standar keselamatan kerja bagi tenaga keperawatan, ketersediaan alat pelindung diri (APD) belum memadai, jumlah perawat tidak sesuai dengan rasio pasien dan apresiasi dan kompensasi terhadap kinerja perawat belum optimal," kata Harif dalam keterangan resmi, Selasa (15/9).
Untuk itu, Harif meminta kepada semua pihak mulai dari pemerintah hingga masyarakat untuk bersinergi menekan penyebaran covid-19. Pasalnya, perawat, dokter, dan tenaga kesehatan lain yang meninggal akibat covid-19 terus bertambah, rumah sakitpun memiliki keterbatasan daya tampung.
"Semua komponen bangsa perlu aktif dan bersinergi mengatasi pandemi, sebab bila lonjakan kasus terjadi, sistem pelayanan kesehatan dapat saja tidak mampu melayaninya," tandasnya. (OL-4)
"Menurut saya, bagi para perawat untuk mengeluarkan perasaan mereka. Saya memendam perasaan saya sangat lama, dan itu hampir membunuh saya,”
BARU-BARU ini, publik disuguhi kabar tidak sedap.
Melalui skema beasiswa pelatihan dan penempatan kerja ke Eropa, para perawat terpilih dipersiapkan tidak hanya secara teknis, tetapi juga dibekali kemampuan bahasa Belanda.
Sebanyak 46 perawat muda Indonesia secara resmi dilepas menuju Wina, Austria, dalam program International Nurse Development Program Scholarship (INDPS) Cycle 2.
Program beasiswa pelatihan kerja di Eropa ini memfasilitasi alumni profesi keperawatan dari Poltekkes seluruh Indonesia untuk berkarier di Austria, Swiss, Jerman, dan Belanda.
Bupati juga menyampaikan terima kasih secara khusus kepada perawat RSUD Doloksanggul atas pelayanan yang telah diberikan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved