Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
SECARA garis besar masyarakat telah memahami ancaman pandemi covid-19 bukan hanya masalah kesehatan, melainkan juga berdampak langsung pada menurunnya aktivitas perekonomian yang berujung pada ancaman stabilitas nasional.
Untuk itu dibutuhkan sebuah kesadaran bersama untuk membebaskan bangsa dari ancaman jurang resesi ekonomi dampak covid-19.
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat mengatakan, setidaknya ada 3 hal penting yang harus dilakukan agar Indonesia bisa menjawab tantangan pandemi covid-19. Pertama, kerja optimal organ pemerintah; Kedua, konsolidasi yang baik antara setiap elemen negara dan rakyat. Ketiga, semangat bela negara di setiap insan bangsa.
"Membangkitkan Pancasila sebagai fondasi dalam membangun solidaritas sosial yang merupakan cerminan nilai-nilai kebangsaan," ujar Rerie sapaaj akrabnya dalam diskusi Empat Pilar MPR RI bertajuk 'Penguatan Nilai Gotong Royong untuk Antisipasi Resesi' yang berlangsung di Media Center MPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (2/9).
Rerie melanjutkan, Nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan merupakan saripati nilai-nilai Pancasila yang mendasari gotong royong dalam kehidupan bernegara. Tanpa kesadasaran gotong royong maka akan berefek pada dampak sosial kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Ketegangan, kecurigaan, ketidakpercayaan, dan kemerosotan ekonomi yang berpotensi memunculkan konflik kekerasan dan krimintalitas hingga eksklusi sosial seperti peristiwa penolakan pemakaman dan tindakan kontraproduktif lainnya.
Menurut Rerie pandemi covid-19 dapat dijadikan momentum untuk membela negara. Saat ini bela negara bukan berarti angkat senjata. Melainkan bersama-sama menjaga diri dan lingkungan dari terinfeksi covid-19.
Baca juga : Pandemi Covid-19, Parpol Maksimalkan Kampanye Melalui Medsos
"Semangat menegakkan NKRI dalam menghadapi ancaman resesi akibat covid diwujudkan dalam membangun kesadaran bersama atas nasionalisme dan semangat kebangsaan di atas kepentingan kelompok, daerah dan keyakinan bukan dijadikan komoditas politik," paparnya.
Turut hadir secara fisik dalam diskusi tersebut, Anggota MPR RI Ace Hasan Syadzily, Staf Ahli Menko UKM Luhur Pradjarto, dan Ketua Nation and Character Building Institute (NCBI) Juliaman Saragih.
Dari segi kerja pemerintah, Staf Ahli Menko UKM Luhur Pradjarto, mengemukakan bahwa Kementeriannya telah menerima laporan bahwa banyak Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang terdampak. Dan KemeKop UKM telah memiliki program penanganan yang diharap bisa menjaga ekonomi rakyat tetap berputar.
"Kita bersinergi tidak hanya dengan 18 Kementerian, tapi juga dengan pemerintah daerah," kata Luhur.
Sementara Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily optimistis, modal bangsa Indonesia sebagaimana diakui dunia sebagai bangsa yang memiliki modal sosial yang besar, bisa melalui pandemi dan bangkit dari pukulan resesi. Guyub, Gotong-royong, kedermawanan sosial, adalah modal sosial rakyat Indonesia yang harus dijaga.
"Segala bentuk stimulus untuk masyarakat diminta tak bermasalah dengan data sehingga tercipta keadilan sosial dan mencegah terjadi disharmonisasi sosial," ujarnya. (OL-7)
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved