Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Presiden Minta Jajarannya Hati-Hati Bicara Soal Covid-19

Dhika Kusuma Winata
24/8/2020 13:31
Presiden Minta Jajarannya Hati-Hati Bicara Soal Covid-19
Pengendara motor melintasi mural untuk melawan pandemi virus covid 19 di Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (20.8).(MI/M Irfan)

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) meminta para menterinya hati-hati ketika ingin berbicara mengenai penanganan covid-19 kepada publik. Presiden mengingatkan komunikasi dari pemerintah yang tidak solid bisa menimbulkan persepsi tidak baik di masyarakat.

"Kalau yang saya baca dari para jurnalis, terutama asing, karena komunikasi kita yang tidak firm, tidak gamblang, tidak jelas, sehingga yang mereka tulis itu sering hal-hal yang tidak baik," ucap Presiden saat memimpin rapat terbatas mengenai penanganan covid-19 di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (24/8).

Presiden meminta komunikasi publik para pejabat kabinet terkait penanganan pandemi perlu diperbaiki. Setiap pernyataan mengenai covid-19, Presiden meminta perlu ada konsultasi dengan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito.

"Saya minta setiap mau statement yang urusan mengenai covid-19, betul-betul ditanyakan lebih dulu dengan yang namanya Prof Wiku sehingga tidak semua berkomentar dan yang mereka (media) ambil dari statement-statement kita berbeda-beda semuanya. Prof Wiku itu diajak kalau memang mau bicara," jelas Presiden.

Baca juga: Presiden Ingatkan Rem dan Gas Tangani Covid-19

Dalam kesempatan itu, Presiden juga mengingatkan agar kampanye pemakaian masker perlu ditingkatkan. Pasalnya, Presiden menilai promosi pemakaian masker hingga kini masih kurang terlihat di lapangan.

"Rapat yang lalu kita sudah bicara mengenai kedisiplinan masyarakat yang menjadi kunci pengendalian covid-19. Saya melihat urusan promosi pemakaian masker belum kelihatan setelah rapat itu baik di media, baik di lapangan dengan membagikan masker," ujarnya.

Presiden kembali mengingatkan penggunaan masker menjadi kunci penerapan protokol kesehatan sebelum ditemukannya vaksin.

"Perlu saya ingatkan karena kunci sebelum vaksin disuntikkan ke masyarakat, saya pikir kuncinya paling penting adalah pemakaian masker," ucap Jokowi.

Presiden pun meminta jajaran Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional agar meningkatkan kampanye penggunaan masker. Presiden mengingatkan hal itu penting dilakukan untuk menciptakan kepercayaan masyarakat atas upaya yang dilakukan pemerintah.

"Tolong ini betul-betul yang berkaitan dengan ajakan memakai masker, membagikan masker, pelaksanaannya bisa dipercepat karena juga akan memperkuat confident dari masyarakat, dari dunia usaha, dari pasar mengenai cara-cara penanganan yang kita lakukan," tutur Kepala Negara.(OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya