Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan akan menghadiri gelar perkara kasus pembuatan surat jalan palsu narapidana kasus hak tagih (cessie) Bank Bali Joko Soegiarto Tjandra. Namun lembaga antirasuah hingga hari ini belum mendapatkan surat resmi agenda yang dijadwalkan dihelat Rabu, (12/8) itu.
"KPK tentu akan hadir," ujar pelaksana tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri, Senin (10/8).
Menurut Ali, KPK siap mendukung Bareskrim Polri menuntaskan perkara ini termasuk dengan menghadiri gelar perkara pada Rabu, (12/8). Nantinya, KPK akan mengirim tim khusus yang berasal dari bagian penindakan.
Meski begitu, KPK masih menunggu surat resmi dari pihak kepolisian mengenai agenda tersebut. "Berdasarkan informasi yang kami terima, sejauh ini KPK belum mendapatkan undangan resmi perihal kegiatan gelar perkara dimaksud," pungkasnya.
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD mengatakan kasus Joko Tjandra menjadi perhatian besar masyarakat dalam dua bulan terakhir. Perkara itu merupakan tamparan keras bagi penegak hukum Indonesia sehingga mesti dijawab dengan menindak semua pelindung dan pembantu selama Joko Tjandra buron.
“Kasus buron korupsi Joko Tjandra menjadi tamparan keras bagi para penegak hukum karena seolah-olah selama ini dia memiliki kekuasaan dengan memanfaatkan uangnya untuk membeli loyalitas oknum pejabat hukum,” ujarnya.
Mahfud mengatakan penindakan Joko Tjandra sudah selesai dengan menghadirkan dan mengeksekusi terpidana itu di lembaga pemasyarakatan. Tugas pemerintah selanjutnya adalah memproses tindak pidana lain yang diduga dilakukan oleh Joko Tjandra dengan jaksa maupun oleh pejabat kepolisian serta institusi lain.
"Supaya diingat bahwa posisi Kemenko Polhukam adalah koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian. Kemenko Polhukam bukan lembaga penegak hukum. Lembaga penegak hukum adalah Kepolisian, Kejaksaan, KPK dan pengadilan, ditambah satu lagi yaitu pengacara, menurut undang-undang,” paparnya.
Mahfud di depan para pejabat eselon satu Kemenko Polhukam juga menegaskan bahwa pemerintah, khususnya kementerian yang dipimpinnya, akan terus mendorong agar penegak hukum yang terlibat dalam kasus Joko Tjandra ditindak secara tegas sesuai hukum yang berlaku.
Kepada para pejabat baru khususnya deputi bidang koordinasi hukum dan hak asasi manusia, Menkopolhukam meminta mereka mengambil peran dalam menyinergikan institusi penegak hukum yang mencakup kejaksaan, kepolisian, maupun KPK.
“Penangkapan Joko Tjandra merupakan momentum yang baik untuk melakukan perbaikan integritas dan meningkatkan citra positif penegakan hukum. Mari kita buktikan kepada masyarakat bahwa pemerintah menaruh perhatian serius terhadap evaluasi kinerja penegak hukum,” pungkas Mahfud. (P-2)
Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mengingatkan adanya mantan pejabat yang diduga menjadi penumpang gelap dalam isu reformasi Polri.
PRESIDEN Prabowo Subianto meminta jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk tetap tabah dalam menjalankan tugas meskipun kerap menjadi sasaran serangan serta kritik tajam.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya profesionalisme, persatuan, dan kedekatan dengan rakyat dalam tubuh TNI dan Polri
KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak menyebut Presiden Prabowo menekankan evaluasi berkelanjutan dan peningkatan kinerja TNI-Polri demi rakyat.
Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri Jimly Asshiddiqie menilai reformasi Polri tak bisa instan karena 30 aturan internal perlu dibenahi.
Lemahnya fungsi pengawasan dinilai menjadi titik krusial yang menghambat keberhasilan agenda reformasi Polri
Berdasarkan sidang KKEP, Irjen Napoleon Bonaparte dikenakan saksi administrasi berupa mutasi bersifat demoasi selama tiga tahun, empat bulan.
MA menolak kasasi yang diajukan mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri Irjen Napoleon Bonaparte.
Vonis kasasi itu diputuskan pada 3 November 2021 oleh majelis hakim Suhadi selaku ketua dengan hakim anggota Eddy Army dan Ansori.
Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memotong hukuman eks jaksa Pinangki Sirna Malasari dari 10 tahun menjadi 4 tahun penjara.
Saat menjabat sebagai Kadiv Hubinter Polri, Napoleon terbukti menerima suap sebesar US$370 ribu dan Sing$200 ribu atau sekitar Rp7,2 miliar dari Joko Tjandra
KOMISI Yudisial (KY) akan melakukan anotasi terhadap putusan majelis hakim tingkat banding yang memangkas hukuman Joko Soegiarto Tjandra.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved