Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA DPR RI Fraksi PKB Abdul Kadir Karding mengatakan rencana Presiden Joko Widodo membubarkan 18 lembaga negara perlu didukung. Hal itu dianggapnya sebagai langkah positif untuk menciptakan pelayanan publik yang lebih baik.
"Sikap Pak Jokowi ini perlu kita dukung sebagai ikhtiar dalam rangka membangun pelayanan publik yang baik dengan melakukan efisiensi sekaligus juga rantai birokrasi yang panjang itu dikurangi," ujar Karding dalam keterangan pers, Selasa (21/7).
Karding mengatakan, badan-badan atau tim yang dibubarkan adalah yang sudah tidak relevan dengan keadaan saat ini.
"Oleh karena itu prinsipnya kita mendukung langkah Pak Jokowi," imbuhnya.
Baca juga: Lembaga yang Dibubarkan di Luar Rekomendasi Kemenpan Rebiro
Ia berharap dengan pembubaran tersebut akan terjadi banyak kemajuan dan efektivitas kerja yang lebih baik. Namun, ia juga berharap agar setelah pembubaran, dilakukan penataan sumber daya yang ada dengan baik.
"Seperti sumber daya manusia yang ada itu bisa terakomodasi dan diatur sedemikian rupa agar bisa terakomodasi di lembaga-lembaga lain," tuturnya.
Ia juga berharap agar langkah-langkah pembubaran dilakukan dengan didahului kajian kritis. Dengan begitu keputusan pembubaran lembaga tepat dan tak salah pilih.(OL-5)
MICHAEL Sinaga, wartawan Sentana, membuka sejumlah kejanggalan yang ditemui di lapangan terkait persoalan ijazah Jokowi.
Terdapat kejanggalan dalam penelusuran arsip ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang tidak ditemukan di Universitas Gadjah Mada (UGM) maupun Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo.
PENGAMAT politik dari Citra Institute Efriza, menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang meminta kritik sarat makna simbolik.
Pledoi Tom Lembong, tuntutan tujuh tahun penjara yang diajukan JPU merupakan kriminalisasi terhadap kebijakan publik.
SINYAL Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kian gencar.
PENGAMAT Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi menyoroti momen akrab Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri India Narendra Modi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved