Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo menyambut antusias e-workshop kaderisasi politik yang diselenggarakan Akademi Bela Negara (ABN) Partai NasDem. Kaderisasi secara virtual merupakan bukti bahwa parpol tetap bisa melakukan kerja politik di tengah pandemi covid-19.
“Ini bukti Partai NasDem bisa beradaptasi menyesuaikan tantangan yang terjadi di era pandemi covid-19,” ungkap Jokowi dalam pidato virtualnya yang disiarkan ke peserta kegiatan e-workshop kaderisasi dan pendidikan politik bertepatan dengan HUT ke-5 ABN NasDem di Gedung ABN NasDem, Jakarta, kemarin.
Presiden menjelaskan pandemi covid-19 telah mengubah kebiasaan masyarakat, dari bekerja, belajar, jual-beli, bahkan hingga kegiatan-kegiatan politik. Menurutnya, ini momentum bagi parpol untuk bergerak bersama dengan pemerintah melakukan transformasi digital yang lebih cepat dan efisien.
Secara khusus, Jokowi meminta parpol agar memiliki perasaan yang sama untuk terus berjuang melawan krisis akibat covid-19. Parpol diminta beriringan bersama pemerintah untuk terus memberikan contoh betapa pentingnya pelaksanaan protokol keamanan dan kesehatan, seperti menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.
“Saya minta kader Partai NasDem bergerak dengan elemen bangsa lainnya terus lakukan sosialisasi dan edukasi ke masyarakat sehingga kedisiplinan bisa diikuti seluruhnya.’’
Saat menyampaikan pidato pembukaan e-workshop, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menegaskan komitmennya untuk membantu pemerintah mengatasi pandemi. “Pak Jokowi, Anda tidak sendirian. Kami jelas akan perteguh sikap kami dan semangat ini. Tidak akan kami biarkan Presiden bekerja sendirian,” ucap Surya.
“Saya mengerti Presiden sedang alami kesulitan. Semua negara sama. Tidak berlebihan bila Pak Presiden berharap satukan perasaan kita.” (Uta/X-8)
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan bahwa bela negara merupakan hak warga negara. Hal itu diwujudkan dalam upaya pembebasan sandera kelompok Abu Sayyaf di kawasan Filipina.
SEKRETARIS Jenderal Kementerian Agama (Kemenag) Kamaruddin Amin, mengatakan, penguatan nilai-nilai moderasi beragama di generasi muda adalah yang yang fundamental.
CPNS di lingkungan Kemendukbangga/BKKBN mengikuti Pelatihan Pembinaan Kesadaran Bela Negara.
Pelatihan ini menyoroti tiga pilar utama kepemimpinan, yaitu purpose, integrity, dan empathy.
Bela negara kini tidak berhenti pada ranah pertahanan, tetapi juga merambah sektor pangan.
Bonus demografi tak otomatis menjadi dividen; ia bisa menjadi liabilitas bila generasi muda terseret polarisasi, scam, radikalisasi, dan apatisme digital.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved