Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
KAPOLRI Jenderal Idham Azis memberikan tiga tips terhadap para perwira muda lulusan Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) untuk menjadi anggota Polri yang sukses dan dihargai.
Mantan Kabareskrim tersebut memaparkan agar dapat dihargai, para perwira muda tersebut harus sering mengucapkan kata tolong, maaf, dan terima kasih.
"Ada tiga ilmunya itu. Jangan pernah kau lupa, kata tolong, maaf, terima kasih," kata Idham dalam sambutan acara Wisuda Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian, Senin (6/7).
Menurut Idham, apabila para perwira muda itu dapat memegang ketiga hal tersebut, maka dapat dihargai baik oleh anak buah maupun atasan.
Baca juga : Palsukan Akta Tanah di Cakung, Dua Orang Ini Masuk DPO Polisi
Idham mengingatkan lulusan Akpol agar tidak sombong dengan pangkat yang mereka dapat. Pangkat yang tinggi, katanya, tidak boleh membuat tinggi hati hingga enggan meminta maaf jika berbuat kesalahan.
"Jangan kau sombong. Mentang-mentang perwira remaja, nggak boleh itu. Tidak hina kau kalau kau minta maaf," ujarnya.
Diketahui, sebanyak 293 taruna Akpol angkatan 51 Batalyon Adnyana Yuddhaga telah dinyatakan lulus.
Acara wisuda tersebut juga dihadiri oleh Kalemdiklat Polri Komjen Arief Sulistyanto, Gubernur Akpol Irjen Asep Syahrudin, Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi, serta pejabat lainnya. (OL-7)
Gallup 2025 memberi skor 89 (Law and Order Index), peringkat 19 bagi Indonesia dari 144 negara.
Penempatan Polri di bawah kementerian justru berpotensi melemahkan efektivitas kerja kepolisian karena memperpanjang rantai birokrasi dan membuka ruang intervensi.
Ia menyoroti langkah Presiden yang telah membentuk Komisi Percepatan Reformasi Polri sebagai upaya yang seharusnya dihormati oleh parlemen.
Penempatan Polri di bawah kementerian berpotensi menimbulkan masalah baru dalam sistem komando dan pengambilan keputusan.
Salah satu poin fundamental dalam rekomendasi tersebut adalah penegasan kedudukan Polri sebagai alat negara yang berada langsung di bawah otoritas Presiden.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara tegas menyatakan bahwa Polri harus tetap berada langsung di bawah Presiden sebagai alat negara di bidang keamanan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved