Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KEGAGALAN media sosial (medsos) mengontrol mesin-mesinnya untuk tidak menyebarkan pesan yang mengandung ujaran kebencian, semangat permusuhan, terorisme, dan rasialisme, memunculkan harapan baru. Hal itu membuka peluang kebangkitan media arus utama yang bertahan pada pola konvensional.
Anggota Dewan Pers Agus Sudibyo mengemukakan itu dalam diskusi daring bertajuk New Equilibrium: Fajar Baru untuk Media Jurnalistik, Rabu (1/7).
Agus mencontohkan keputusan sejumlah perusahaan besar internasional, seperti Unilever dan Starbucks, yang menghentikan kerja sama penayangan iklan di Facebook dan Youtube.
Fenomena pencabutan iklan tersebut mengoreksi apriori banyak pihak yang mengatakan media arus utama akan ketinggalan dari media sosial. Kenyataannya, tambah Agus, publik dan pengiklan membutuhkan media konvensional sebagai suatu hal yang tidak bisa dilayani media sosial, terutama dalam hal verifikasi sumber berita.
“Para pengiklan mulai khawatir dengan berbagai aktivitas media sosial, seperti Facebook dan Youtube. Karena itu, mereka mulai kembali beralih ke media konvensional,” jelasnya.
Meski begitu, bukan berarti medsos bakal ditinggalkan. Justru ada kecenderungan untuk adanya keseimbangan baru.
Editor senior The Jakarta Post Endi Bayuni menyebutkan sejumlah platform media sosial, seperti Facebook dan Google sudah memulai kerja sama dengan media arus utama untuk cek fakta. Hal ini dilakukan agar para penguasa media sosial itu tidak ditinggal para pelanggannya. “Kita melihatnya ada upaya dari Facebook dan Google untuk menge-share revenue mereka dengan media mainstream,” ungkapnya.
Bagi Endi, kedua platform tersebut melihat Indonesia merupakan pasar yang cukup besar bagi produk mereka. “Karena itu, mereka tentu akan perhatikan lingkungan di Indonesia,” jelasnya.
Di kesempatan berbeda, anggota Komisi I DPR Willy Aditya berharap media massa konvensional tetap konsisten menyebarkan informasi yang valid. Walaupun tertekan keberadaan media sosial, media konvensional diharapkan tidak mengabaikan aspek literasi dan pendidikan bagi publiknya. “Media massa jangan ikut terjebak dengan pola yang dilakukan media sosial demi lamannya banyak dikunjungi atau dibaca. Jangan ikut-ikutan menonjolkan aspek bombastis media sosial,” kata Willy ketika dihubungi, kemarin.
Willy melihat platform medsos pun ditekan untuk ketat menyeleksi agar bebas dari konten-konten negatif yang merusak. (Che/P-2)
Kemkomdigi mengatakan memblokir sejumlah situs hingga konten di media sosial atau medsos yang diakses oleh pelaku terduga peledakan di SMAN 72 Jakarta.
SELAIN menyarankan kata gratis dalam Makan Bergizi Gratis (MBG) agar dihapuskan, Komisi IX DPR RI juga menyoroti banyaknya plesetan MBG yang tersebar di media sosial
Opsi tersebut juga dinilai dapat memudahkan pemerintah untuk mengawasi ruang digital dari segala bentuk misinformasi serta hoaks.
Pelaku salah sasaran mengira korban adalah kelompok lawan yang akan melakukan aksi tawuran
Ia menyarankan masyarakat untuk memilah dan memilih berita yang benar-benar bermanfaat.
Media sosial adalah teknologi berbasis internet yang memfasilitasi komunikasi dua arah, membangun komunitas, dan berbagi konten antara individu atau kelompok secara real-time.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved