Jumat 03 Juli 2020, 04:09 WIB

Pengusiran Dirut Inalum Bentuk Arogansi

Ind/Hld/Ths/X-6 | Politik dan Hukum
Pengusiran Dirut Inalum Bentuk Arogansi

ANTARA/GALIH PRADIPTA
Dirut Mind ID atau PT Indonesia Asahan Aluminium (persero) Orias Petrus Moedak menyampaikan penjelasan saat rapat dengar pendapat

 

PENGUSIRAN Dirut PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) Orias Petrus Moedak oleh anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat, M Nasir, saat rapat dengar pendapat Komisi VII DPR, Selasa (30/6), dikritisi sejumlah kalangan.

Manajer Riset dari Sekretariat Nasional Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Badi’ul Hadi mengatakan fraksi yang merupakan perpanjangan tangan partai harus dapat mengontrol anggota mereka di parlemen. Menurutnya, jangan sampai anggota dewan justru memperlihatkan arogansi ketika rapat dengan mitra mereka.

“Jangan kemudian mentang-mentang berada di parlemen memperlakukan mitra dengan sewenang-wenang,” ujar Badi’ul saat jumpa pers secara daring di Jakarta, kemarin.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti mengatakan, berdasarkan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga dewan, anggota wajib menjaga kewibawaan.

Menurutnya, yang dilakukan Nasir dapat menjadi dugaan pelanggaran kode etik apabila diadukan ke Mahkamah Kehormatan Dewan.

Ray juga menyoroti sikap Wakil Ketua Komisi VII Alex Noerdin. Saat Orias memberikan penjelasan mengenai program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), ia menginterupsi petinggi Inalum dan meminta Komisi VII DPR dilibatkan dalam peresmian program CSR tersebut.

“Tidak ada dasar bagi anggota DPR untuk pengelolaan CSR yang dikelola. Tugas anggota dewan tidak berhubungan dengan CSR perusahaan negara. Seharusnya yang jadi per- hatian ialah keuangan BUMN. BUMN diharapkan mengabaikan permintaan ini dan tidak boleh menerima pesanan politik,” ujar Ray.

Akan tetapi, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga justru meminta Orias Petrus membuktikan kinerja dalam memimpin Inalum sehingga bisa menepis apa yang sudah ditudingkan kepadanya. “Kami meminta Pak Orias meningkatkan dan membuktikan kinerja Inalum sehingga apa yang diragukan anggota DPR Komisi VII mengenai utang itu bisa ditanggulangi oleh Inalum,” kata Arya, kemarin.

Sebelumnya, beredar video saat Muhammad Nasir terlibat perdebatan panas dengan Orias Petrus Moedak dalam rapat antara Komisi VII DPR dan holding BUMN tambang, Selasa (30/6). Sejak awal Nasir kerap melakukan interupsi ketika Orias menjawab pertanyaan. Buntutnya, Nasir meminta bos Inalum keluar dari ruang rapat. (Ind/Hld/Ths/X-6)

Baca Juga

Antara

Densus 88 Tangkap Buronan Terduga Teroris di Sukabumi

👤Antara 🕔Kamis 06 Mei 2021, 22:11 WIB
Terduga teroris YI merupakan warga Pasar Minggu, Jakarta Selatan, ditangkap di Desa Cimerang, Kecamatan Purabaya, Kabupaten...
MI/FURQON

Wamenkum dan HAM: Pemerintah Terbuka Bahas RKUHP

👤Cahya Mulyana 🕔Kamis 06 Mei 2021, 21:30 WIB
Sosialisasi tengah digelar pemerintah ke sejumlah pihak untuk mendapatkan masukan sebelum RUU KUHP dibahas di...
ANTARA

Pemerintah Harus Buka Informasi Pembahasan Revisi KUHP

👤Cahya Mulyana 🕔Kamis 06 Mei 2021, 21:15 WIB
Pemerintah dan DPR diminta menghadirkan kebijakan yang berbasis bukti (evidence based policy) dan melibatkan para pihak yang akan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Citarum Mulai Harum

  Sudah tiga tahun Sungai Citarum dikeroyok. Sampah mulai berkurang, air terlihat lebih bersih.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya