Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
KAPOLRI Jenderal Pol Idham Aziz diminta mengusut tuntas dugaan salah tembak dua petani di Poso, Sulawesi Tengah. Tindakan aparat yang melakukan penembakan terhadap dua petani yang tidak ada kaitannya dengan teroris sangat disesalkan.
"Oleh karena itu pelaku harus diproses dan dimintai pertangung jawaban secara hukum," tegas anggota Komisi III DPR RI Syarifudin saat dihubungi mediaindonesia.com, dari Palu, Kamis (4/6).
Dia menjelaskan, tindakan error in personal seharusnya tidak terjadi, manakala aparat melakukan tugasnya secara profesional dengan deteksi dini para pelaku.
"Kalau aparat dalam operasi teliti pasti tidak akan ada korban dari warga sipil. Apa lagi kejadian itu di area operasi perburuan teroris," tegas Syarifudin.
Wakil rakyat yang terpilih dari dapil Sulteng itu mengaku, akan mengundang kapolri dalam rapat kerja bersama Komisi III dan membahas dugaan salah tembak ini.
"Saya kira setiap persoalan penyalahgunaan kewenangan yang berkaitan dengan tupoksi Polri yang terjadi akan kita konfirmasi saat rapat kerja dengan kapolri," tandas Syarifudin. (OL-13)
Baca Juga: Sejumlah Ormas Minta Kapolri Hentikan Operasi Tinombala di Poso
Penanganan kasus dipastikan berjalan paralel, baik dari sisi tindak pidana umum maupun pelanggaran kode etik profesi Polri.
Kapolri menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran berat yang mencoreng nama baik Korps Brimob Polri.
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo memerintahkan jajarannya untuk mengusut tuntas kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan anggota Brimob berinisial Bripda MS
Polri akan menangani secara transparan kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan anggota Brimob, Bripka MS, terhadap dua pelajar di Tual, Maluku
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan Polri akan menangani kasus Bripka MS yang diduga menganiaya dua pelajar di Maluku Tenggara hingga satu tewas secara transparan dan akuntabel.
Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau kembali proses hukum kerusuhan Agustus 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved