Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH melalui Kementerian Hukum dan HAM menyatakan telah membuat rancangan Perpres mengenai pelibatan TNI dalam menangani masalah terorisme. Namun, hal itu menuai banyak kritikan.
Ketua Komisi VIII DPR dari Fraksi PAN, Yandri Susanto, mengatakan pada dasarnya tak masalah adanya Perpres pelibatan TNI untuk menangani terorisme. Namun, keterlibatannya harus diatur dengan jelas. Dengan demikian tak akan ada kesalahan penanganan atau tumpang tindih kewenangan.
"Ya tahapan pelibatannya harus jelas," ujar Yandri, saat dihubungi, Senin, (1/6).
Meski begitu, Yandri mengatakan keterlibatan TNI nantinya harus diatur agar lebih dulu melihat situasi di lapangan. Bila masih bisa diatasi tanpa TNI turun tangan, maka TNI tak perlu terlibat.
"Tergantung situasi dilapangam aja pelibatan TNI, kalau masih bisa diatasi sama polisi ya tidak perlu melibatkan TNI tapi kalau situasinya harus ada bantuan TNI ya tidak apa2TNI ikut serta memberantas terorisme," ujar Yandri.
Sementara itu, fraksi-fraksi di DPR masih menunggu diserahkannya Perpres tersebut. Hingga rapat paripurna penutupan masa sidang, belum ada pembahasan mengenai Perpres tersebut. Baik di Komisi I ataupun di Badan Musyawarah (Bamus).
"Belum (diterima Perpresnya)," ujar Anggota DPR Komisi I Fraksi PKS, Sukamta.
Sukamta mengatakan pembahasan belum diketahui kapan akan mulai dilakukan. Belum ada informasi lebih jauh pula mengenai Perpres tersebut.
"Ini masih rancangan kan dan belum dibahas di DPR," ujar Sukamta.(OL-4)
Wakil Ketua Komisi II DPR Aria Bima ingatkan pemerintah bahwa WFH satu hari bukan solusi tunggal hemat BBM.
Legislator PDIP Harris Turino mengajak masyarakat memperkuat solidaritas dan menjaga integritas di tengah tantangan ekonomi pada momen Idulfitri 1447 H.
Wakil Ketua Komisi X DPR, MY Esti Wijayanti, menolak keras wacana sekolah daring untuk penghematan BBM. Ingatkan dampak buruk 'learning loss' dan penurunan karakter siswa.
ANGGOTA Komisi III DPR RI, Abdullah, meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memberikan penjelasan mendetail terkait polemik peralihan penahanan Yaqut Cholil Qoumas.
Pemerintah resmi menetapkan Idulfitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Ketua Komisi VIII DPR dan Menteri Agama imbau masyarakat jaga toleransimeski ada perbedaan lebaran
WAKIL Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal mengapresiasi kesiapan petugas dalam arus mudik Lebaran 2026. Ia pun menyebut koordinasi antar-instansi sudah berjalan sangat baik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved