Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam) mewaspadai aksi teror yang dilakukan kelompok radikal yang memanfaatkan situasi pandemi COVID-19.
"Dalam situasi nasional kita, masih ada yang menyuarakan khilafah, radikal dan teror. Bahkan, mereka saat ini melakukan konsolidasi dan menyiapkan amaliyah-amalIyah di tengah pandemiini," kata Deputi IV Bidang Pertahanan Negara Kemenko Polhukam Mayjen TNI Rudianto saat Diskusi Publik Virtual, bertema "Menjaga Stabilitas Keamanan Nasional di Tengah COVID-19, yang digelar Majelis Nasional KAHMI, di Jakarta, Rabu.
Bahkan, lanjut dia, di media sosial masih banyak kelompok yang tidak terakomodir oleh pemerintah saat ini.
"Meskipun, Prabowo dan Presiden Jokowi sudah bersatu, namun di kalangan "grassroot" (akar rumput) masih kita rasakan adanya perpecahan," ujarnya.
Program asimilasi yang dikeluarkan oleh Kemenkumham dengan membebaskan sekitar 30 ribu narapidana untuk mencegah penyebaran COVID-19, kata Rudi, secara tidak langsung juga meningkatkan angka kriminalitas di tanah air.
"Namun, BNPT, BNN dan aparat kepolisian bekerja ekstra keras dalam meredam kriminalitas yang terjadi saat ini," katanya.
Kesulitan kehidupan masyarakat di tengah pandemik COVID-19 ini juga dapat meningkatkan angka kriminalitas, kata Rudianto.
Tak hanya itu, dalam menjaga perairan Indonesia di tengah pandemik COVID-19, TNI Angkatan Laut, Bakamla dan Polair tetap melakukan patroli laut.
"Patroli intensif dilakukan oleh Bakamla dan TNI AL dalam mengantisipasi "ilegal fishing" yang pernah dilakukan oleh nelayan China dan Vietnam beberapa waktu lalu," katanya.(OL-4)
Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Alfian Nurrizal menyatakan pelaku penganiayaan karyawan SPBU di Cipinang, Jakarta Timur, positif sabu dan ganja usai tes urine.
Sebuah studi terbaru mengungkap adanya korelasi mengejutkan antara diagnosis kanker dengan peningkatan risiko perilaku kriminal pada pasien.
Kemudian apabila koordinator demo tidak melaporkan rencana demonstrasi dan tidak terjadi apa-apa atau keonaran maka dirinya tetap tidak akan dipidana.
Ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta bukan sekadar peristiwa kriminal biasa, melainkan merupakan simbol dari luka sosial yang lama terpendam di dunia pendidikan.
Projo menyatakan dukungan terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto, menuai sorotan pengamat politik Hendri Satrio.
Said mengaku tidak setuju dengan anggapan partai sebagai tempat berlindung dari jeratan pidana. Ia mengatakan partai merupakan tempat untuk bertukar pikiran demi kemajuan bangsa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved