Selasa 05 Mei 2020, 18:50 WIB

Polri Telusuri Aset Tersangka Kasus Koperasi Indosurya

Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Politik dan Hukum
Polri Telusuri Aset Tersangka Kasus Koperasi Indosurya

Dok. MI
Ilustrasi pelaku korupsi.

 

SETELAH menetapkan dua tersangka berinisial HS DAN SA, Polri tengah mengembangkan kasus dugaan gagal bayar dana nasabah Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya Cipta sebesar Rp 10 triliun.

Kepala Bagian Penerangan Umum Polri, Kombes Asep Adi Saputra, mengatakan kedua tersangka kini berstatus dalam pencekalan. Dalam rangka pengembangan kasus, penyidik tengah menelusuri aset kedua tersangka terkait kejahatan yang dilakukan HS dan SA.

Baca jugaKemenkop dan UKM Dukung Polri Tuntaskan Kasus Koperasi Indosurya 

“Penyidik tengah melakukan tracing asset terhadap hal-hal terkait dengan kejahatan yang dilakukan kedua tersangka ini,” ujar Asep, Selasa (5/5).

Untuk melayani para nasabah yang dirugikan Indosurya, Polri telah mendirikan desk laporan pengaduan sebagai wadah bagi nasabah. “Para nasabah bisa melaporkan pengaduan dan juga bertukar informasi di desk laporan pengaduan ini,” tutur Asep.

Baca juga: DPR Minta Kasus Gagal Bayar Koperasi Indosurya Segara Ditangani

Asep mengatakan sejumlah tersangka dijerat  Pasal 46 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998. "Berisi ancaman hukuman bagi pihak yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan, tanpa izin dari Bank Indonesia (BI). Itu diancam hukuman penjara maksimal 15 tahun dan denda sampai Rp 20 miliar," jelasnya.

Sebelumnya, Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM, Agus Santoso, menyatakan pihaknya telah memeriksa jajaran KSP Indosurya Cipta pada 26-30 November 2018. Dari pemeriksaan itu, pihaknya menemukan sejumlah pelanggaran administratif. KSP Indosurya pun dijatuhi sanksi administratif berupa peringatan pertama pada 26 Februari 2019.(OL-11)

Baca Juga

MI/Susanto

KPK Dukung Polri Usut Kasus Mafia Tanah

👤Cahya Mulyana 🕔Kamis 25 Februari 2021, 07:44 WIB
KPK menyatakan akan mendukung Polri membongkar kasus mafia tanah di Indonesia. Terlebih dugaan korupsi dan mafia tanah kerap...
dok.123rtf

Berstatus WNA, Penetapan Bupati Sabu Raijua Diminta Dibatalkan

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 24 Februari 2021, 23:53 WIB
MANTAN Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Prof. Jimly Asshiddiqie menegaskan bahwa penetapan Bupati Sabu Raijua NTT, Orient Patriot Riwu Kore...
Antara/Alxander Yada

Usut Korupsi Bansos, KPK Geledah Rumah Politikus PDIP    

👤Dhika Kusuma WInata 🕔Rabu 24 Februari 2021, 23:43 WIB
Nama Ihsan Yunus muncul dalam rekonstruksi kasus bansos yang digelar terbuka...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya