Kamis 16 April 2020, 02:42 WIB

AHY Tunjuk Riefky Sebagai Sekjen Demokrat

AHY Tunjuk Riefky Sebagai Sekjen Demokrat

Antara
Agus Harimurti Yudhoyono

 

KETUA Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menunjuk Teuku Riefky Harsya sebagai Sekretaris Jenderal Partai Demokrat periode 2015-2020 menggantikan Hinca Panjaitan.

“Bapak-Ibu sekalian, Sekjen Partai Demokrat masa bakti 2020-2025 adalah saudara Teuku Riefky Harsya," ujar AHY dalam akun instagram miliknya yang dilihat di Jakarta, Rabu malam (15/4).

Dalam struktur kepengurusan sebelumnya, Riefky menempati posisi sebagai Wakil Sekjen.

Riefky akan dibantu oleh 10 orang Wakil Sekjen dalam menjalankan tugasnya sebagai Sekjen DPP Partai Demokrat periode 2020-2025.

Para Wakil Sekjen itu ialah Andi Timo Pangeran, Puta Supadma, Renanda Bachtar, Ingrid Kansil, Muhammad Rifai Darus, Siti Nur Azizah, Jansen Sitindaon, Imelda Sari, Irwan, dan Agust Jovan Latuconsina.

AHY mengatakan Riefky dulu merupakan Wakil Komandan Satuan Tugas Bersama (Wakogasma) Partai Demokrat tahun 2018-2019. Saat itu, AHY sendiri menjadi Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma).

"Dia adalah kader lama Partai Demokrat yang mulai meniti karir dari bawah sejak 2011," ujar AHY.

Riefky memulai karir politiknya sebagai Wakil Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Jakarta Pusat.

Sekarang Riefky menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi I DPR RI. Ia sudah terpilih menjadi anggota DPR RI sebanyak empat periode terhitung dari 2005 sampai sekarang. (OL-8).

 

Baca Juga

Dok.MI

Densus 88 Tangkap Dua PNS yang Diduga Teroris di Aceh

👤Antara 🕔Jumat 22 Januari 2021, 21:39 WIB
Winardy mengatakan bahwa terduga berinisial SB alias AF merupakan pegawai negeri...
MI/Susanto

Kasus Asabri, Kejagung Fokus Pengamanan Aset

👤Tri Subarkah 🕔Jumat 22 Januari 2021, 20:59 WIB
Kejagung bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) masih menghitung kerugian negara yang ditimbulkan dari kasus...
Ilustrasi

Perpres RAN-PE Dinilai Berpotensi Timbulkan Persekusi

👤Emir Chairullah 🕔Jumat 22 Januari 2021, 20:55 WIB
Tidak jelasnya definisi maupun kriteria ekstremisme yang ada dalam aturan tersebut berpotensi menimbulkan aksi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya