Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SYAHRUL Yasin Limpo tidak pernah lelah mendorong pelaku usaha pertanian meningkatkan produktivitas dan ekspor. Lewat Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor yang digagas Menteri Pertanian itu, ekspor produk pertanian pun terus mengalir.
Kemarin, Menteri Syahrul melepas 28 produk pertanian senilai total Rp79,6 miliar. Komoditas pertanian itu dikirim ke 28 negara tujuan.
"Dengan ekspor ini, saya ingin menyatakan seluruh provinsi di Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk melakukan ekspor komoditas pertanian," ujarnya, di Lapangan Kawasan Industri Medan IV, Kota Medan.
Mantan Gubernur Sulawesi Selatan itu bertekad dalam lima tahun ke depan kinerja ekspor komoditas pertanian terus digenjot hingga bisa mencapai tiga kali lipat dari tahun-tahun sebelumnya. "Saya optimistis bisa terealisasi."
Sekretaris Daerah Sumatra Utara Sabri menambahkan komoditas yang diekspor daerahnya terdiri dari subsektor perkebunan, hortikultura, peternakan, tanaman pangan, dan kehutanan. "Khusus biji kopi, Sumut mengekspor 290,7 ton senilai Rp97,3 miliar ke 9 negara, di antaranya Jerman, Amerika, Kanada, Singapura, dan Korea Selatan.''
Di sisi lain, ekspor produk pertanian pada periode November-Desember 2019 mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Badan Pusat Statistik merilis bahwa volume dan nilai ekspor produk pertanian selama November-Desember 2019 meningkat dibandingkan periode yang sama pada 2018, yakni dari 7,73 juta ton menjadi 8,40 juta ton, dengan nilai dari US$4,67 miliar menjadi US$5,18 miliar.
Menurut BPS, peningkatan volume dan nilai ekspor pertanian tersebut juga dibarengi dengan meningkatnya neraca perdagangan pada periode tersebut, yaitu naik 34,72% dibanding 2018, yaitu dari US$1,44 miliar jadi US$1,95 miliar.
Sementara itu, BoT peroduk pertanian juga mengalami surplus yang cukup tajam pada Desember 2019, yaitu 24,52% terhadap November 2019 dan meningkat 61,45% terhadap Oktober 2019.
"Salah satu program utama Kementan saat ini ialah mengutamakan ekspor dan menahan impor pangan serta produk pertanian dari luar," tandas Syahrul Yasin Limpo. (YP/N-2)
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan barang Indonesia mengalami surplus sebesar US$38,54 miliar atau setara Rp645,7 triliun di sepanjang Januari-November 2025.
Industri penunjang minyak dan gas (migas) dalam negeri semakin menunjukkan peran strategisnya.
Holding UMKM Expo 2025 bertema "Ekosistem Bisnis UMKM Kuat, Siap Menjadi Jagoan Ekspor” menjadi wadah yang sangat baik untuk perkembangan UMKM.
Nilai ekspor non-migas Jawa Barat pada periode Januari hingga Oktober 2025 telah menyentuh angka USD 32,01 miliar.
Delapan perusahaan asal Jawa Timur ambil bagian dalam kegiatan Pelepasan Ekspor Serentak yang dipimpin Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri.
Indonesia merupakan pasar yang sangat penting bagi produk Malaysia karena kedekatan budaya, selera, dan preferensi konsumen.
MENTERI Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menegaskan pertanian adalah salah satu sektor yang berkontribusi penting terhadap ekonomi Indonesia.
BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja ekspor sektor pertanian Indonesia terus menunjukkan tren positif.
BPS mencatat sektor perdagangan pertanian kedua negara mengalami pertumbuhan positif pada tahun ini, dengan pertumbuhan volume ekspor 8% hingga 11% dibandingkan tahun 2022.
Selain mendapatkan pelatihan peningkatan kapasitas, petani milenial juga mengikuti uji kompetensi dari BNSP dengan skema perdagangan ekspor
PT Agro Bahari Nusantara Tbk (UDNG) resmi melantai di pasar modal Indonesia dengan menawarkan sebanyak-banyaknya 500.000.000 saham baru.
Luar biasa total produksi kelor ini, per bulannya bisa mencapai sekitar 25 - 100 ton dengan diversifikasi produk yang cukup beragam mulai dari bubuk teh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved