Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI Nasional (Komnas) Perempuan menilai ada beberapa kesalahan yang dilakukan Andre Rosiade dalam polemik penjebakan pekerja seks komersial (PSK) di Padang, Sumatra Barat. Di antaranya, melampaui batas kewenangannya sebagai anggota dewan.
Anggota Komnas Perempuan Bahrul Fuad menyebut keberadaan Andre dalam penggerebekan itu tidak dibenarkan. Menurutnya, hal itu sebagai bentuk intervensi pada kerja kepolisian.
"Dia (Andre) tidak boleh melakukan intervensi dalam kerja-kerja kepolisian. Misalnya hadir dalam penggrebekan dan sebagainya. Itu tidak dalam kapasitas dia sebagai anggota DPR," kata Fuad, Kamis (6/2).
Selanjutnya, Fuad menilai penggerebakkan yang dilakukan seakan-akan sudah direncanakan. Hal itu terlihat dari keberadaan wartawan dan Andre di lokasi penggerebekkan. Sehingga, penggerebekkan yang dilakukan menyebar luas ke masyarakat.
Baca juga: Gerindra Persilahkan Andre Rosiade Dilaporkan ke MKD
Fuad menegaskan operasi penegakkan hukum terkait pengungkapan kasus prostitusi tidak boleh dibuka secara gamblang ke masyarakat umum. Harus dilakukan secara tertutup.
"Nah ini yang terjadi mereka melibatkan media yang seakan-akan kalau saya baca berita daringnya memang sudah disiapkan dengan ada kamera, wartawan. Ini sebenarnya tidak boleh dilakukan," ungkap dia.
Dengan berbagai temuan tersebut, Fuad menyampaikan bahwa Komnas Perempuan akan mengusut kasus tersebut hingga tuntas. Dalam waktu dekat, polemik tersebut akan dibahas dalam tingkat paripuna di Komnas perempuan.
"Jadi sikap kami secara resmi akan dirapatkan dalam paripurna. Jadi kita masih mempelajari ini," ujar dia. (OL-1)
Petugas kepolisian saat ini tetap disiagakan di lapangan untuk memantau pergerakan masyarakat, terutama di area aglomerasi dan kampung halaman.
Ledakan petasan di Pekalongan menewaskan remaja 14 tahun. Dua korban lain masih dirawat intensif, polisi lakukan penyelidikan.
Ketua YLBHI Muhamad Isnur menyoroti adanya perbedaan data terduga pelaku penyiraman air keras aktivis KontraS, Andrie Yunus yang diungkap oleh kepolisian dan TNI.
Kisah haru Aipda Arno di Manggarai, NTT. Berlutut sambil menangis demi memohon warga binaannya agar tidak bentrok. Simak aksi humanis sang polisi di sini
Menurut Oegroseno, semestinya hal-hal seperti ini tidak terjadi, karena tak diatur oleh KUHAP.
Trunoyudo menyebutkan bahwa momentum bulan suci Ramadan turut melandasi semangat kedua belah pihak untuk saling memaafkan dan melakukan introspeksi diri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved