Headline
Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM rangka pemberian reward kepada anggota kepolisian, Kamis (6/2), bertempat di Rupatama Mabes Polri, Kapolri Jenderal Polisi Idham Aziz memberikan penghargaan dan kenaikan pangkat luar biasa pada 21 personel yang berprestasi dalam bidang olahraga di dunia internasional.
Personel yang meraih piagam penghargaan merupakan atlet yang berprestasi dan berasal dari berbagai wilayah dan bidang.
Sebelumnya, Idham, Rabu (5/2), memberikan reward kepada 11 anggota Brimob penyandang disabilitas untuk mengikuti pendidikan SIP.
Ke-21 personel kepolisian merupakan personel dari Polda Jabar, Polda Jateng, Polda Sulsel, Polda Jatim, Korbrimob Polri, SSDM Polri, Pusdokes Polri, Divhum Polri, Bareskrim Polri, Sepolwan Lemdiklat Polri, STIK Lemdiklat Polri, dan Akpol Lemdiklat Polri.
Baca juga: KPK Tahan Mantan Anggota DPRD Bandung
"Selain apresiasi dan piagam penghargaan langsung kepada personel dan atlet, salah satunya yang meraih prestasi di SEA Games, kami juga berikan pin emas dan perak. Selain itu juga diberikan kenaikan pangkat luar biasa kepada beberapa personel," kata Kapolri.
Atlet yang mendapat piagam penghargaan dan pin emas/perak merupakan atlet di 5 cabang SEA Games 2019 yaitu karate, sepak takraw, judo, bola voli, dan menembak.
Terdapat lima personel yang mendapat kenaikan pangkat luar biasa dan sisanya mendapat piagam penghargaan beserta medali dan pin Kapolri.
Kelima perseonel tersebut adalah Bripda Rivan Nurmulki (Polda Jatim), Ipda Nizar Julfikar (Bareskrim Polri), Bripda Rendi F Tamamilang (Polda Jatim), Bripda Yuda M Putra (Polda Jatim), Bripda Denri Maulidzar Algiffari (Polda Jabar).
"Dari awal masuk memang lewat jalur prestasi, ketika ada event ada arahan langsung dari atas untuk latihan dan bersyukur bisa diapresiasi langsung oleh Kapolri. Senang luar biasa" tutur Bripka Nur Qadri Yanti yang merupakan personel Polda Sulsel yang mendapat medali, piagam penghargaan, dan pin emas dari Kapolri.
Bripka Nur Qadri Yanti juga menuturkan dirinya bertugas seperti biasa jika memang tidak ada event atau latihan. (OL-1)
Lahir di Merauke pada 24 Januari 1972, karier Brigjen Pol Yulius Audie Latuheru didominasi oleh bidang reserse.
kasus yang menimpa Hogi Minaya di Sleman, Yogyakarta serta arogansi terhadap penjual es gabus menunjukkan polisi tidak lagi menghayati perannya sebagai pelayan masyarakat.
KASUS Hogi Minaya di Sleman, Yogyakarta, serta perlakuan intimidatif terhadap penjual es gabus karena pemahaman keliru jiwa korsa di tubuh kepolisian dianggap pemicu arogansi aparat.
Demi keselamatan para siswa, anggota kepolisian turun langsung ke sungai dan menggendong anak-anak satu per satu agar dapat menyeberang dengan aman.
Mantan Kapolda Kalimantan Timur ini merujuk pada Pasal 34 UU Nomor 1 Tahun 2023 (KUHP Baru) yang mengatur tentang alasan pembenar.
Ia menegaskan pembelaan tidak hanya melindungi keanggotaan tubuh ataupun nyawa, melainkan barang milik pribadi masuk pada kategori pembelaan terpaksa tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved