Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Dalam Negeri mendirikan posko peduli banjir di dua lokasi yakni Tangerang dan Bekasi. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri Hadi Prabowo mengatakan, posko bantuan itu adalah wujud kepedulian keluarga besar Kemendagri terhadap korban bencana banjir
"Kita mendirikan dua posko di sini dan Bekasi. Ini adalah gotong royong dari seluruh komponen dan keluarga besar Kemendagri dan Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPP)," terang Hadi saat meninjau posko peduli banjir Kemendagri di Kelurahan Karang Mulya, Karang Tengah, Tangerang, Banten, Kamis (2/1).
Sedangkan posko peduli banjir Kemendagri di Bekasi berlokasi di Perumahan Villa Jatirasa Kecamatan Jatiasih Bekasi.
Baca juga : BNPB: Banyaknya Korban Banjir Karena Ketidaktegasan Pemda
Hadi mengungkapkan pendirian posko tersebut diinstruksikan Mendagri Tito Karnavian.
Melalui posko tersebut, Kemendagri menyalurkan bantuan berupa logistik makanan, selimut, alat sanitasi, popok bayi, dan obat-obatan. Selain itu, juga disediakan tenaga kesehatan.
"Yang kita berikan berupa logistik dan peralatan serta obat-obatan. kami juga menugaskan dokter, perawat untuk memberikan bantuan tanggap darurat," lanjutnya. (OL-7)
Dirjen Dukcapil Kemendagri Teguh Setyabudi menegaskan bahwa DKB merupakan hasil proses pembersihan dan sinkronisasi ketat untuk menghapus data ganda atau anomali.
DIREKTORAT Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mencatat sebanyak 5,5 juta penduduk Indonesia bercerai pada 2025.
Berdasarkan Data Kependudukan Bersih (DKB) Semester II 2025 yang dihimpun, diketahui jumlah penduduk Indonesia mencapai 288.315.089 jiwa. Penduduk laki-laki memiliki jumlah lebih tinggi.
MAYORITAS penduduk Indonesia saat ini berada pada kelompok usia produktif. Hingga Semester II Tahun 2025, sebanyak 199.026.595 jiwa berada di rentang usia 15 hingga 64 tahun.
DKB merupakan hasil proses pembersihan dan sinkronisasi ketat untuk menghapus data ganda atau anomali.
Persentase perekaman KTP-el telah mencapai 97,47 persen, yakni 206.467.957 jiwa dari total wajib KTP sebsar 211.826.747 jiwa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved