Rabu 18 Desember 2019, 18:36 WIB

PGI Sesalkan Pelarangan Ibadah Natal di Sumatera Barat

Mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
PGI Sesalkan Pelarangan Ibadah Natal di Sumatera Barat

Antara
Ilustrasi: warga berswafoto bersama peserta dengan kostum sinterklas saat Salatiga Christmas Parade di Salatiga, Jawa Tengah, Sabtu (14/12)

 

PERSEKUTUAN Gereja-gereja di Indonesia menyesalkan pelarangan kebebasan menjalankan ibadah seperti yang dialami umat Kristiani di Sungai Tambang, Kabupaten Sijunjung dan Jorong Kampung Baru, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat. Mereka dilarang melaksanakan  ibadah dan perayaan Natal 2019.

Majelis Pekerja Harian PGI meminta pemerintah provinsi dan kabupaten setempat untuk mengedepankan prinsip kesetaraan dan menghargai konstitusi yang berlaku terkait kebebasan menjalankan ibadan agama.

"Menyesalkan terjadinya peristiwa ini. Kami mengajak pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Pemerintah Kota dan Kabupaten, Camat, Lurah, RT dan RW dan semua elemen masyarakat untuk mengakomodir keinginan umat Kristen, sebagai sesama saudara sebangsa yang berhak menyelenggarakan ibadah menurut agama dan kepercayaannya.  Hak ini diwadahi dalam UUD 1945 yang menjamin masyarakat untuk menjalankan ibadahnya," ujar Majelis Pekerja Harian PGI dalam keterangan resmi yang diterima Media Indonesia (18/12).

 

Baca jutga: Dugaan Pelarangan Perayaan Natal di Sumbar Terjadi di 4 Daerah

 

PGi menyatakan sangat menghargai pilihan jalan dialog sebagai cara bermartabat dan berbudaya, serta para sahabat yang sudah menempuhnya untuk membantu penyelesaian masalah tersebut.

Di sisi lain, PGI turut mengapresiasi Pemkab Dharmasraya yang telah mendorong ditempuhnya dialog damai. Ke depannya, PGI berharap agar pemerintah setempat tetap memfasilitasi warga Kristen menjalankan peribadahan melalui pemberian izin pendirian rumah ibadah.

"Sebagai sesama saudara bangsa, kami menegaskan bahwa pernyataan sikap ini merupakan pesan perdamaian dan persahabatan, dengan menjunjung tinggi nilai-nilai dan prinsip dasar HAM serta menghormati konsensus dan konstitusi yang berlaku di NKRI. Dan mengajak semua komponen masyarakat bangsa untuk bersatu padu membangun persahabatan demi Indonesia yang makin maju dan tangguh ke depan," demikian pernyataan PGI.

PGi juga menghimbau seluruh umat Kristen untuk tetap menjalin hubungan baik dengan pemerintah, tokoh masyarakat  serta umat lain  dalam rangka  menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

"Dalam sorotan tema Natal PGI-KWI T2019 yaitu hiduplah sebagai sahabat bagi semua orang. Lewat tema ini kami membawa pesan perdamaian untuk menjadikan semua orang sebagai sahabat melalui perayaan Natal tahun ini. Kami menganggap sesama warga bangsa ini sebagai sahabat. Jadi tidak perlu memusuhi kami apalagi melarang perayaan Natal yang akan kami selenggarakan di manapun di negara Pancasila ini."

Baca Juga

Antara

Kejagung Langsung Tahan Tersangka Korupsi Rp78 Triliun Surya Darmadi

👤MGN 🕔Senin 15 Agustus 2022, 19:10 WIB
Surya Darmadi, tersangka kasus dugaan korupsi Rp 78 triliun PT Duta Palma. Penahanan itu dilakukan selama 20...
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Komnas HAM: Ada Temuan yang Cuma Bisa Dijelaskan Istri Sambo

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Senin 15 Agustus 2022, 18:23 WIB
Anam mengatakan pihaknya bakal terus mencari temuan baru terkait pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (J) sambil menunggu...
dok.Kementerian PUPR

Tata Kelola yang Baik Jaga Reputasi IKN

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Senin 15 Agustus 2022, 18:20 WIB
Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara Bambang Susantono menegaskan, penegakan tata kelola yang yang baik akan menjaga reputasi dan kredibilitas...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya