Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Perayaan Natal STIH Adhyaksa: Refleksi Hubungan Iman dengan Dunia Akademik dan Profesi

Syarief Oebaidillah
23/1/2026 11:49
Perayaan Natal STIH Adhyaksa: Refleksi Hubungan Iman dengan Dunia Akademik dan Profesi
Ilustrasi(Dok Istimewa)

SEKOLAH Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Adhyaksa menggelar perayaan Natal yang berlangsung khidmat pada [Hari/Tanggal]. Acara ini dihadiri oleh seluruh sivitas akademika, mulai dari pimpinan institusi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga para tamu undangan.

Mengangkat tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, perayaan tahun ini mengajak hadirin merefleksikan kehadiran Tuhan dalam kehidupan manusia, khususnya melalui keluarga sebagai unit fundamental pembentuk karakter dan moral. Tema tersebut diperdalam melalui subtema “Menghidupi Nilai Kasih dan Keadilan Kristiani dalam Pembentukan Insan Hukum yang Berintegritas dan Berkeadaban”. Subtema ini secara kontekstual menghubungkan iman Kristiani dengan tanggung jawab profesi hukum di masyarakat.

Integritas dalam Pendidikan Hukum

Dalam konteks pendidikan, perayaan ini menjadi pengingat bahwa hukum tidak dapat dipisahkan dari nilai moral dan kemanusiaan. STIH Adhyaksa berkomitmen menghasilkan lulusan yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan nurani dan komitmen pada keadilan substantif. Natal menjadi momentum untuk menegaskan bahwa hukum sejatinya hadir untuk melindungi martabat manusia.

Ibadah dipimpin oleh Pastor Niko Maryadi, yang dalam khotbahnya menekankan bahwa Natal adalah wujud kasih Allah yang konkret. Ia menyoroti relevansi nilai kasih dalam dunia hukum yang kerap menghadapi dilema moral.

“Natal mengingatkan kita bahwa hukum tanpa kasih akan menjadi kaku, dan kasih tanpa keadilan akan kehilangan arah. Seorang insan hukum dipanggil untuk menghadirkan keadilan yang berakar pada hati nurani dan kejujuran,” ujar Pastor Niko.

Pesan ini menjadi refleksi mendalam, terutama bagi mahasiswa, bahwa panggilan sebagai insan hukum menuntut keberanian moral untuk membela kebenaran melampaui sekadar penguasaan peraturan perundang-undangan.

Mahasiswa sebagai Agen Perubahan

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIH Adhyaksa, Kenneth Brian Hattu, menyampaikan bahwa Natal adalah ruang refleksi kolektif bagi mahasiswa hukum untuk meneguhkan tanggung jawab sosial mereka.

“Kita dibentuk untuk memiliki integritas dan keberanian moral. Nilai kasih dan keadilan harus tercermin dalam cara kita belajar dan kelak saat mengabdi di dunia hukum,” ungkap Kenneth.

Semangat Kebersamaan dan Disiplin

Perayaan berlangsung semarak dengan penampilan puji-pujian dari siswa-siswi Kristiani SMAN 32 dan SMAN 34 Jakarta. Kehadiran mereka menyimbolkan kesinambungan pembinaan karakter dari pendidikan menengah hingga tinggi.

Nuansa unik juga hadir melalui penampilan UKM Silat STIH Adhyaksa. Seni bela diri ini merepresentasikan disiplin, pengendalian diri, dan ketangguhan—nilai-nilai yang selaras dengan pembentukan mental insan hukum. Suasana semakin menyentuh dengan lantunan lagu-lagu Natal dari Pelatih Paduan Suara STIH Adhyaksa yang memperkuat makna kasih yang mempersatukan.

Apresiasi dan Komitmen Masa Depan

Ketua Panitia Natal 2025, Neyla Julieta Manurung, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran acara ini. Ia berharap semangat Natal tetap hidup sebagai dasar pembangunan insan hukum yang beradab.

“Kami memaknai Natal ini sebagai ajakan untuk menghadirkan kasih Allah dalam kehidupan nyata, baik di lingkungan keluarga maupun kampus,” tutur Neyla.

Perayaan ditutup dengan doa bersama dan harapan agar STIH Adhyaksa terus konsisten melahirkan insan hukum yang unggul dan berintegritas demi terwujudnya masyarakat yang adil dan bermartabat.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya