Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Fraksi Partai NasDem MPR Taufik Basari atau yang akrab disapa dengan Tobas meminta agar setiap anggota fraksi MPR Partai NasDem bisa mengaitkan sosialisasi kebangsaan dengan permasalah-permasalah nyata yang ada di hadapan masyarakat.
Pasalnya, NasDem berkomitmen untuk mengedepankan sosialisasi materi-materi konsesus kebangsaan dengan menyesuaikan kondisi lokal keadaan masyarakat.
"Kita ingin sosialisasi konsensus kebangsaan seperti empat pilar tidak hanya sekedar formalitas. Tapi dapat dikaitan dengan permasalahan yang ada di masyarakat. Kita harapkan fraksi MPR NasDem mampu memahami lebih komperhensif mengenai 4 konsensus kebangsaan," tutur Tobas dalam acara silaturahmi antar anggota Fraksi MPR Partai NasDem yang berlangsung di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (26/11).
Dalam pengarahannya, Tobas meminta kepada para anggota Fraksi MPR NasDem yang sudah pernah melakukan sosialisasi empat pilar kebangsaan untuk membagikan pengalamannya kepada anggota yang baru masuk. Pembelajaran dan insipirasi dari anggota lama diharapkan dapat membantu anggota baru dalam materi empat pilar kebangsaan dengan lebih efektif.
"Berbagi hal-hal yang menarik dan unik. Bisa menjadi pembelajaran dan inspirasi anggota lainnya," jelasnya.
Selain itu, Tobas juga menjelaskan bahwa sosialisasi dapat disampaikan dengan cara yang lebih menarik seperti menggunakan film-film yang dapat diakaitkan dengan Pancasila. Selain film, ada usul pula sosialisasi dilakukan melalui pertunjukan rakyat seperti wayangan yang membawa nilai-nilai kebangsaan.
"Dikaitkan dengan implementasi nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari sehingga bisa lebih mengena di masyarakat. Ide-ide kreatif ini yang kita coba akan gagas untuk nanti dimulai sebagai tahapan awal sosialisasi," tuturnya.
Selain memberikan pengarahan kepada anggota fraksi MPR NasDem, dalam kesempatan yang sama, Tobas juga memberikan arahankepada seluruh tenaga ahli (TA) yang akan membantu para anggota di lapangan. Pengarahan dilakukan untuk memberikan informasu mengenai tugas dan hak kewajiba sebagai anggota mauapun TA anggota.
"Bimbingan teknis bagi para TA anggota dengan beberapa materi diantaranya kita tekankan adalah soal penyusunan laporan karena kita ingin laporan disusun secara benar, tidak terlambat. Kita juga tekankan tidak boleh ada yang fiktif, semua harus sesuai dengan kegiatan yang dilaksankan," jelas Tobas.
Agenda silaturahmi anggota fraksi MPR Partai NasDem tersebut lengkap dihadiri oleh seluruh anggota. Hadir pula Wakil Ketua MPR dari Fraksi Partai NasDem yaitu Lestari Moerdijat atau yang akrab disapa dengan Rerie. (OL-4)
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan, butuh upaya kolektif setiap anak bangsa untuk meningkatkan peran aktif perempuan di bidang politik.
KEMAMPUAN story telling atau bercerita sangat dibutuhkan untuk memberi pemahaman yang benar bagi masyarakat terkait langkah pengobatan yang tepat dalam mengatasi kanker.
HAMPIR dipastikan revisi Undang-Undang (UU) Pemilu atau UU Omnibuslaw Politik akan disahkan pada 2026 ini mengingat tahapan Pemilu 2029 harus sudah dimulai menjelang akhir 2026
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan peran keluarga sebagai ruang yang aman bagi perempuan, sebagai bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, mengatakan peran generasi muda sangat dibutuhkan dalam upaya membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
Lestari Moerdijat mengatakan pemenuhan hak anak berkebutuhan khusus (ABK) dan disabilitas harus terus digencarkan di berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam hal pendidikan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved