Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Komisi XI DPR RI Harry Poernomo menilai bahwa Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) yang dijalankan Bank Indonesia (BI) sejauh ini sudah cukup baik, tetapi masih perlu ditingkatkan dalam hal daya guna dan perluasan jangkauan wilayah demi tercapainya program sosial tersebut kepada masyarakat, khususnya kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Jawa Tengah.
“Apa yang telah dilakukan Bank Indonesia ini, khususnya di dapil saya yakni Magelang, Wonosobo, Temanggung dan Purworejo, program sosial untuk masyarakat UMKM ini sudah cukup baik, meskipun ada hal yang perlu ditingkatkan lagi,” kata Harry saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XI DPR RI ke Semarang, Jawa Tengah, Jumat (22/11).
Legislator dapil Jawa Tengah VI itu berharap cakupan PSBI dapat diperluas, agar tepat guna dan tepat sasaran kepada masyarakat dan pelaku UMKM di Jateng. Pasalnya, Harry melihat tidak seluruh lapisan masyarakat atau pelaku UMKM mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengakses PSBI.
Harry juga menilai PSBI di Jateng sudah cukup baik untuk mengendalikan inflasi daerah, terbukti dari laju inflasi yang tidak melampaui angka inflasi nasional.
“Kunjungan Komisi XI DPR RI ke Semarang adalah untuk melihat seberapa jauh daya guna atau manfaat untuk masyarakat setempat apakah sudah tepat guna atau belum. Adapun temuan lain yang sifatnya kesalahan tata kelola dan salah urus sejauh ini kita belum temukan dan mudah-mudahan tidak ada,” tutup legislator Partai Gerindra itu. (OL-09)
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) akan terus memperkuat pengawasan di sektor perbankan seiring dengan semakin kompleksnya aktivitas perbankan yang semakin beragam dan cepatnya digitalisasi.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan giro sebesar 19,13%, tabungan 8,19%, dan deposito 14,28%.
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Menurut Pramono, pencatatan saham Bank Jakarta di BEI tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan publik, tetapi juga mendorong profesionalisme perusahaan.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah menarik dana pemerintah sebesar Rp75 triliun dari total penempatan Rp276 triliun Saldo Anggaran Lebih (SAL) di sistem perbankan.
MANTAN Kepala PPATK Yunus Husein menilai pemajangan uang tunai hasil rampasan kasus korupsi dan sitaan negara oleh aparat penegak hukum tidak diperlukan dan cenderung tidak efisien.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved