Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
KAPOLRI Jenderal Idham Azis menjelaskan alasan memutasi Kapolres Kampar, Riau, AKB Asep Darmawan.
Menurut Idham, mutasi itu didasari persoalan etika. "Masalah Kapolres Kampar itu tidak hanya masalah ketika dia terlambat apel, tapi di situ juga terselip masalah etika," kata Idham di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (20/11).
Sebagai Kapolres, kata Idham, Asep seharusnya bisa menjadi teladan bagi bawahan. Idham berharap kebijakan itu juga bisa menjadi pembelajaran bagi para Kapolres lain agar lebih menjunjung etika. "Kalau Anda sudah enggak benar bagaimana kau bisa memimpin satu kesatuan. Kira-kira begitu kebijakan saya," ucap Idham.
Baca juga: Eks Kapolres Kampar masih Diperiksa Divisi Propam Polri
Asep Darmawan dicopot dari jabatannya sebagai Kapolres Kampar lantaran telat apel dan kedapatan mengobrol saat Idham memberi arahan di hari ulang tahun (HUT) Brimob di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Asep baru sekitar dua bulan menjadi Kapolres Kampar.
Bukan hanya dicopot, Asep juga harus menjalani pemeriksaan internal di Mabes Polri.
Pencopotan Asep termuat dalam surat telegram Kapolri nomor ST/3094/XI/KEP./2019 yang terbit pada Senin, 18 November 2019. Surat telegram itu ditandatangani Asisten Sumber Daya Manusia (SDM) Kapolri Irjen Eko Indra Heri.
Posisinya Asep digantikan AKBP Muh Kholid yang sebelumnya menjabat Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau. Sementara Asep, dimutasi ke Pelayanan Masyarakat (Yanma) Mabes Polri. (X-15)
Penanganan kasus dipastikan berjalan paralel, baik dari sisi tindak pidana umum maupun pelanggaran kode etik profesi Polri.
Kapolri menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran berat yang mencoreng nama baik Korps Brimob Polri.
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo memerintahkan jajarannya untuk mengusut tuntas kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan anggota Brimob berinisial Bripda MS
Polri akan menangani secara transparan kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan anggota Brimob, Bripka MS, terhadap dua pelajar di Tual, Maluku
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan Polri akan menangani kasus Bripka MS yang diduga menganiaya dua pelajar di Maluku Tenggara hingga satu tewas secara transparan dan akuntabel.
Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau kembali proses hukum kerusuhan Agustus 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved