Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Dalam Negeri Tito Karnavian secara resmi meneruskan tongkat estafet kepemimpinannya sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia ke Jendral Idham Azis.
Upacara serah terima jabatan itu dilaksanakan pada Rabu (6/11) di Mako Brimob, Depok, Jawa Barat.
Dalam kesempatan itu, Tito berharap Idham mampu memperbaiki dan menyempurnakan kinerja Polri yang selama dalam pimpinannya masih banyak kelemahan.
Persoalan internal, sebut Tito, menyangkut jumlah personel yang mencapai 446 ribu.
"Lembaga vertikal nomor dua setelah TNI yang jajarannya tersebar sampai dengan desa-desa, sehingga memiliki pengaruh yang cukup besar dalam dinamika situasi politik kemanan, sosial, budaya, dan lain-lain dalam kehidupan berbangsa bernegara dan bermasyarakat," katanya.
Baca juga : TNI Pastikan Pengamanan Pilkada 2020 akan Lebih Baik
Sementara itu, untuk persoalan eksternal menyangkut dinamika geopolitik internasional yang mempengaruhi iklim politik maupun ekonomi dalam negeri.
Tito mengatakan tugas berat selanjutnya yang harus dihadapi Idham adalah ihwal pemilihan kepala daerah serentak dan Pesta Olahraga Nasional. Kedua hajatan besar itu akan dihelat pada tahun 2020.
"Di samping itu tentunya berbagai dinamika perkembangan kehidupan kemasyarakatan berbangsan dan bernegara yang akan berpengaruh kepada potensi gangguan kamtibmas, baik reguler maupun insidentil," ujarnya.
Selain itu, Tito juga berharap agar Polri--di bawah kepemimpinan Idham--mampu memberikan kepastian hukum yang lebih baik. Hal ini menyangkut ambisi Presiden Joko Widodo untuk mendorong investasi di Indonesia.
"Kita tahu Pak Presiden salah satunya ingin investasi didorong melalui kemudahan perizinan, nah di sini nanti ada Satgas Siber Polri bisa diaktifkan kembali, diintensifkan," harapnya.
"Kemudian harapan besar masyarakat juga untuk perbaikan PSSI, Satgas Mafia Bolanya juga bisa diaktifkan lagi--sudah aktif tapi perlu intens," pungkasnya. (OL-7)
Penanganan kasus dipastikan berjalan paralel, baik dari sisi tindak pidana umum maupun pelanggaran kode etik profesi Polri.
Kapolri menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran berat yang mencoreng nama baik Korps Brimob Polri.
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo memerintahkan jajarannya untuk mengusut tuntas kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan anggota Brimob berinisial Bripda MS
Polri akan menangani secara transparan kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan anggota Brimob, Bripka MS, terhadap dua pelajar di Tual, Maluku
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan Polri akan menangani kasus Bripka MS yang diduga menganiaya dua pelajar di Maluku Tenggara hingga satu tewas secara transparan dan akuntabel.
Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau kembali proses hukum kerusuhan Agustus 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved