Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
JENDERAL Idham Azis yang telah dilantik sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Jumat (1/11). Pascapelantikan, sejumlah kalangan meminta Kapolri Idham Azis menerapkan penegakan hukum tanpa pandang bulu.
“Kapolri Idham Azis menegakkan hukum dengan tujuan untuk menciptakan rasa aman dan nyaman secara menyeluruh ditengah masyarakat," kata Ketua Umum Relawan Jokowi atau ReJO HM Darmizal di Jakarta, Jumat (1/11).
Setelah memberi selamat dan sukses kepada Jenderal Idham Azis yang telah dilantik sebagai Kapolri, Darmizal mengatakan Kapolri memiliki tantangan yakni menjaga rasa aman dan nyaman masyarakat dari gangguan terorisme, radikalisme, dan sikap intoleransi.
"Saya kira tugas utama Kapolri ke depan adalah hal demikian. Jika itu tercapai saya yakin sila ketiga Pancasila yakni Persatuan Indonesia akan terwujud. Adalah naif, kita berharap pembangunan dan peningkatan kesejahteraan rakyat dapat dicapai, jika keamanan dan kenyaman tidak tercipta,” kata mantan Wasekjen DPP Partai Demokrat tersebut.
Pria asal Tanah Minang itu mengungkapkan, tidak ada negara yang sedang atau selalu bergejolak dapat melaksanakan pembangunan untuk menciptakan kemakmuran rakyatnya.
"Kita ingin negara ini maju, mencapai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, maka damai adalah jalan keluar terbaiknya. Bekerja keras dan cerdas dalam kedamaian pasti berbuah hasil yang dapat segera dirasakan," jelas Darmizal.
Ia juga berharap Kapolri Idham Azis bisa meneruskan pekerjaan Kapolri sebelumnya yakni Jenderal Tito Karnavian yang kini menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri (Mendagri).
Ketua Umum ReJO juga meminta Jenderal Idham Azis bisa menuntaskan kasus-kasus lama juga menjadi satu kewajiban. "Seperti kasus pelanggaran HAM, kasus Novel Baswedan dan lain sebagainya," ungkapnya. (Ssr/OL-09)
Penanganan kasus dipastikan berjalan paralel, baik dari sisi tindak pidana umum maupun pelanggaran kode etik profesi Polri.
Kapolri menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran berat yang mencoreng nama baik Korps Brimob Polri.
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo memerintahkan jajarannya untuk mengusut tuntas kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan anggota Brimob berinisial Bripda MS
Polri akan menangani secara transparan kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan anggota Brimob, Bripka MS, terhadap dua pelajar di Tual, Maluku
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan Polri akan menangani kasus Bripka MS yang diduga menganiaya dua pelajar di Maluku Tenggara hingga satu tewas secara transparan dan akuntabel.
Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau kembali proses hukum kerusuhan Agustus 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved