Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
JAJARAN komisaris dan direksi di sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) harus dirombak. Pasalnya, banyak pejabat BUMN yang ditunjuk secara serampangan oleh mantan Menteri BUMN Rini Soemarno.
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan pada periode sebelumnya banyak penunjukan yang hanya didasarkan pada kedekatan semata alias suka atau tidak suka.
Alhasil, jajaran komisaris dan direksi BUMN bekerja secara tidak profesional. Mereka hanya sibuk mengikuti keinginan menteri sebelumnya.
“Menteri BUMN Erick Thohir harus lakukan pembersihan di lingkup perusahaan-perusahaan negara. Sekarang banyak pejabat pemerintah yang juga menjabat sebagai komisaris BUMN. Itu sangat tidak bagus karena rawan konflik kepentingan,” ujarnya ketika dihubungi, kemarin.
Bhima menegaskan perombakan direksi BUMN menjadi keharusan untuk mengangkat kinerja perusahaan-perusahaan negara.
Selain itu, ke depannya, Erick harus memperketat tata kelola pemerintahan dan melakukan rekrutmen pejabat secara profesional. Pemilihan harus dilaksanakan secara transparan sehingga masyarakat bisa menilai dan ikut memberi masukan.
“Dengan begitu, politisi maupun relawan yang tidak punya kompetensi, yang hanya akan merusak kinerja BUMN akan tersingkir,” papar Bhima.
Tidak hanya jajaran direksi dan komisaris, deputi-deputi di internal Kementerian BUMN pun tidak boleh luput dari pembersih-an. Ia menganggap selama ini banyak deputi yang melanggengkan praktik sapi perah di banyak tubuh BUMN.
“Erick harus lakukan pembersihan internal organisasi kementerian karena masalah teknis BUMN juga diawasi oleh deputi kementerian,” tandasnya.
Hal serupa diungkapkan pengamat BUMN Toto Pranoto. Pembersihan di lingkungan BUMN harus dilakukan mengingat ada banyak direksi yang terjerat kasus korupsi.
Selama 2019 saja, terdapat enam direksi yang ditetapkan sebagai tersangka atas kasus rasuah.
“Seleksi yang ketat harus diterapkan untuk rekrutmen direksi. Jika ada calon yang berpotensi bermasalah, sebaiknya dihindari,” tegas Toto.
Di situlah, lanjut pria yang juga menjabat Managing Director Lembaga Management FEB Universitas Indonesia itu, peran dewan komisaris sangat diperlukan. Mereka ialah pihak yang harus melaksanakan pengawasan secara ketat terhadap BUMN.
“Jangan sampai dewan komisaris hanya jadi pajangan di perusahaan,” ucapnya.
Wujudkan super-holding
Ekonom Unika Atma Jaya Agustinus Prasetyantoko menilai keberadaan Budi Gunadi Sadikin dan Kartika Wirjoatmodjo sebagai wakil menteri di Kementerian BUMN diproyeksikan untuk membantu Erick Thohir mewujudkan super-holding di masa mendatang.
“Tiko (Kartika) dugaan saya diorientasikan nantinya memimpin holding di bidang keuangan dan perbankan, sementara Budi untuk energi pertambangan,” kata Agustinus di Jakarta, kemarin.
Dia menjelaskan, di antara 16 wacana holding yang akan dibentuk Kementerian BUMN, ada dua holding besar, yaitu sektor energi tambang dan perbankan. Ia menilai dua wamen tersebut tepat diangkat untuk fokus mengelola dua holding terbesar itu.
“Sektor energi dan keuangan, dua sektor yang gemuk sekali sehingga harus dipimpin oleh orang kompeten dan profesional,” ujar dia. (Medcom/X-10)
Tidak perlu adanya Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ataupun yang saat ini diusulkan diubah menjadi Lembaga BUMN setelah adanya Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.
Regulasi telah membagi peran antara Kementerian BUMN dan Danantara, namun praktik di lapangan justru memunculkan kebingungan arah kebijakan.
Pembentukan Danantara memantik wacana penghapusan Kementerian BUMN. Jika benar terjadi, kementerian ini akan “turun status” menjadi badan, sebuah langkah yang diperkirakan mengubah peta pengawasan sekaligus arah bisnis perusahaan pelat merah.
Pengamat BUMN dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Toto Pranoto menanggapi kemungkinan Kementerian BUMN diturunkan statusnya menjadi badan.
Pemerintah memberi sinyal bakal mengubah status Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi badan.
Isu pembubaran Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ada juga wacana peleburan Kementerian BUMN ke BPI Danantara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved