Headline
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Kumpulan Berita DPR RI
DENSUS 88 Antiteror Polri kembali menangkap empat terduga teroris. Keempatnya ditangkap di tiga wilayah dan waktu berbeda. Dua dari empat terduga teroris berinisial RL dan RB ditangkap di Sumatra Utara. Adapun, HR ditangkap di Jawa Tengah dan terakhir AO dicokok di Sumatra Barat.
"Secara keseluruhan empat orang ini terlihat aktif di jaringan JAD (Jamaah Ansharut Daulah)," kata Kabagpenum Humas Polri Kombes Asep Adisaputra.
Asep menuturkan keempat orang itu diduga kuat telah mengikuti idat atau pelatihan aksi teroris bersama kelompok masing-masing. Mereka diduga telah mempersiapkan diri melakukan aksi teror.
"Hal yang menjadi signifikan dari keterlibatan empat orang itu ialah telah melakukan idat atau latihan-latihan dalam rangka mempersiapkan diri melakukan aksi teror," kata dia.
Asep menegaskan Korps Bhayangkara tidak akan berhenti melakukan penegakan hukum pada kelompok teroris tersebut. Penangkapan terduga teroris akan terus dikembangkan.
"Ini merupakan sebuah keterkaitan seluruh jaringan JAD yang beberapa hari lalu terus dikembangkan di beberapa daerah,'' ujar Asep.
penangkapan empat terduga teroris itu, berarti total ada 43 terduga teroris yang ditangkap polisi sejak 14 Oktober 2019.
Penangkapan ini menyusul peristiwa penusukan terhadap Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto pada Kamis, 10 Oktober 2019.
Sebelumnya Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan Densus 88 Antiteror juga sudah menangkap empat terduga teroris di Jawa Barat.
Empat orang ini yakni inisial OA yang ditangkap di Bandung, W dan A ditangkap di Cirebon, dan A alias Aulia alias Gondrong ditangkap di Bekasi.
OA, W dan A diketahui tergabung dalam kelompok teroris JAD Cirebon.
Adapun Aulia alias Gondrong merupakan anggota JAD Bekasi kelompok Abu Zee. (Iam/Ant/P-1)
WAKIL Menteri HAM. Mugiyanto mendukung penggunaan bodycam bagi anggota Polri. Itu bagian dari pegawasan setelah maraknya kekerasan oleh aparat kepolisian.
Peneliti CSIS Nicky Fahrizal menyebut kultur kekerasan di Polri berakar dari kurikulum pendidikan yang masih militeristik. Perlu dekonstruksi total pada SPN dan sistem meritokrasi.
Indonesia Corruption Watch mengkritik Komisi Pemberantasan Korupsi yang melimpahkan laporan dugaan pemerasan 43 anggota Polri ke Kedeputian Korsup.
Ketentuan UU KPK yang dinilai membuka peluang anggota TNI dan Polri aktif menjabat pimpinan KPK digugat ke Mahkamah Konstitusi karena dianggap multitafsir.
Usman Hamid, menilai kasus kekerasan Brimob di Tual mencerminkan lemahnya akuntabilitas dan pengawasan di tubuh Polri.
Polri akui kelemahan dan janji evaluasi peran Brimob di pengamanan sipil usai desakan YLBHI. Hal ini menyusul kasus Bripda MS yang tewaskan siswa di Tual.
Densus 88 mengungkap remaja 14 tahun di Jepara memiliki koneksi dengan pendiri kelompok ekstremis Prancis BNTG dan aktif di komunitas True Crime.
Densus 88 mengungkap fakta mengejutkan: remaja pelaku penusukan di Moskow menuliskan 'Jakarta Bombing 2025' di senjatanya, terinspirasi insiden SMA Negeri 72.
Anggota Polres Tasikmalaya membantu Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri terkait penangkapan dan penggeledahan oleh Densus 88
Pada eklarasi tersebut, sekitar 1.400 orang perwakilan mantan anggota Jamaah Islamiyah siap kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Densus 88 Antiteror Polri mengungkapkan peran tiga terduga teroris jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) berinisial RR, MW, AS, yang ditangkap di Sulawesi Tengah, Kamis (19/12).
Berbagai aktivitas tersebut terjadi di tengah fenomena penurunan serangan teroris di Indonesia atau zero terrorist attack sepanjang tahun 2023 sampai 2024.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved