Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA polisi wanita (polwan) dari Kepolisian Daerah Maluku Utara, Bripda Nesti Ode Samili akhirnya resmi dipecat dari lembaga Polri. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen. Pol. Dr. Dedi Prasetyo .
"Yang bersangkutan (Nesti) sudah dipecat," kata Dedi saat dikonfirmasi, Sabtu (12/10). Berdasarkan hasil pemeriksaan, Nesti telah lama terpapar paham radikal yang begitu dalam dengan mempelajari secara otodidak melalui media sosial.
Nesti juga secara aktif terlibat dalam jaringan Jamaah Ansharut Dhaulah (JAD) Bekasi. Untuk diketahui, JAD Bekasi dipimpin oleh Abu Zee yang sudah ditangkap pada 23 September 2019.
Baca juga: Polwan Terpapar Radikalisme Terafiliasi Jaringan JAD Bekasi
Dedi bahkan menyebut bahwa Nesti sudah dipersiapkan menjadi 'pengantin', istilah untuk menyebut eksekutor aksi teror bom bunuh diri.
"Dia (Nesti) dipersiapkan sebagai suicide bomber (pengebom bunuh diri)," papar Dedi.
Keterlibatan Nesti dengan paham radikal sudah dicium sejak lama oleh Polisi. Ia bahkan pernah ditangkap oleh Polda Jawa Timur di Surabaya pada Mei lalu lantaran diduga meninggalkan tugas dan menggunakan identitas palsu dalam penerbangan dari Ternate ke Surabaya.
Terakhir ia kembali ditangkap oleh Densus 88 Antiteror di Yogyakarta pada akhir September 2019. (OL-4)
Keterlibatan aktif orang tua dalam komunitas pengawasan dinilai menjadi faktor kunci dalam memutus mata rantai penyebaran paham ekstrem.
Mencegah radikalisme dan intoleransi berarti menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Ciri berikutnya adalah anak cenderung menarik diri dari pergaulan karena komunitas TCC membuat mereka nyaman sehingga anak-anak lebih suka menyendiri.
Densus 88 mengungkap remaja 14 tahun di Jepara memiliki koneksi dengan pendiri kelompok ekstremis Prancis BNTG dan aktif di komunitas True Crime.
BNPT mencatat 112 anak Indonesia terpapar radikalisasi terorisme lewat media sosial dan gim online sepanjang 2025, dengan proses yang makin cepat di ruang digital.
Radikalisme dan intoleransi tidak bisa dilawan hanya dengan regulasi, tetapi dengan penghayatan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman etis bersama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved