Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
TOKOH sparatis Papua, Benny Wenda, dikabarkan tidak diizinkan masuk ke ruang Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat.
Benny mencoba masuk melalui delegasi Vanuatu, namun karena pemberlakuan peraturan baru ia batal untuk bisa masuk ke dalam ruangan mengikuti jalannya persidangan.
“Kini PBB punya aturan baru, hanya warga negara resmi dari negara peserta yang bisa masuk dan hadir dalam Sidang Umum PBB,” terang Delegasi RI asal Papua, Nick Messet dikutip dari Tribunnews.
Plt Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah enggan berkomentar banyak. Ia berbicara secara normatif bahwa untuk dapat menghadiri sidang Majelis Umum PBB diperlukan syarat atau akreditasi sebagai wakil suatu negara.
“Dari sisi aturan untuk bisa hadir memang mengharuskan akreditasi, misalnya sebagai wakil negara. Kalau dia tidak bisa masuk artinya dari sisi ketentuan mendasar saja itu dia tidak memenuhi syarat,” terang Teuku kepada Media Indonesia, Sabtu (28/9).
Baca juga : Benny Wenda dan Aktor Lokal di Balik Rusuh Papua
Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo memaparkan kelompok yang diduga menjadi dalang kerusuhan ingin menjadikan isu Papua terdengar dalam Sidang Umum PBB yang sedang berlangsung di Amerika Serikat.
“Untuk dijadikan isu pada SU (Sidang Umum) PBB di New York 23 sampai dengan 27 September,” ujar Dedi.
Namun dikutip dari Deutsche Welle pada (24/9) tuduhan itu dibantah oleh Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, Sebby Sambom menolak tuduhan tersebut.
“Kami tidak mengambil sikap dalam protes masyarakat atas rasisme terhadap penduduk asli Papua. Ini murni tindakan yang dilakukan oleh seluruh masyarakat,” terang Sambom dalam sebuah pernyataan. (OL-7)
Indonesia resmi memimpin Sidang ke-61 Dewan HAM PBB di Jenewa. Simak agenda strategis RI, mulai dari hak pangan anak hingga isu Palestina dan Ukraina.
Menlu Sugiono tegaskan komitmen RI di Markas PBB New York. Dukung gencatan senjata Gaza & pastikan hak Palestina terjaga di Board of Peace (BoP).
Menlu RI Sugiono di sidang DK PBB New York menegaskan komitmen solusi dua negara, soroti krisis kemanusiaan Gaza dan kebijakan Israel di Tepi Barat.
Lebih dari 80 negara PBB mengecam rencana Israel memperluas kendali di Tepi Barat dan mengklaim tanah Palestina sebagai properti negara.
Vatikan resmi menolak bergabung dalam Board of Peace bentukan Donald Trump dan memilih mendukung PBB sebagai pengelola utama krisis diplomatik internasional.
Menlu Sugiono bertemu Sekjen PBB António Guterres di New York, bahas Palestina, Board of Peace, dan partisipasi Presiden Prabowo Subianto.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved