Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan enam poin Muhammadiyah atas meninggalnya Randi lewat akun twitternya @HaedarNs pada Jumat (27/9) pagi. Salah satu poinnya, kepada seluruh jajaran internal Muhammadiyah tetap menjaga suasana kondusif dan sepenuhnya mengikutilangkah dan kebijakan Pimpinan Pusat
Enam poin itu adalah pertama, PP Muhammadiyah telah melakukan langkah-langkah ke berbagai pihak baik dalam menghadapi situasi nasional mutakhir maupun khususnya dalam menyikapi atas meninggalnya ananda Randi di Kendari.
"Kedua, PP Muhammadiyah telah berkomunikasi dan mendesak pihak Kepolisian Republik Indonesia untuk mengusut tuntas dan dilakukan investigasi yang objektif. Serta diambil langkah hukum yang tegas dan seadil-adilnya secara terbuka atas peristiwa tersebut," tulis dia.
Ketiga, kepada seluruh jajaran internal Muhammadiyah termasuk organisasi otonom, amal usaha, majelis, lembaga, PCIM, dan semua institusi di lingkungan Persyarikatan untuk tetap menjaga suasana kondusif dan sepenuhnya mengikuti langkah dan kebijakan Pimpinan Pusat.
Keempat, semua jajaran di lingkungan Persyarikatan harus tetap terkonsolidasi dengan baik, menjaga suasana tenang dan kondusif, merekat kebersamaan. Serta tidak mengambil sikap atau langkah sendiri-sendiri dengan tetap mengikuti garis kebijakan Pimpinan Pusat.??
Kelima, kegiatan-kegiaatan dakwah dan amal usaha terus ditingkatkan untuk membawa kemajuan gerakan bagi kemaslahatan umat, bangsa. Menjaga nilai spiritual dan akhlak mulia harus dikedepankan sebagai wujud aktualisasi uswah hasanah dalam bermuhammadiyah.
"Semoga Allah SWT melindungi dan memberi petunjuk bagi bangsa Indonesia dalam menghadapi masalah dan kesulitan atas ridha dan karunia-Nya," kata dia.
Pada Kamis (26/9) Haedar telah mengucapkan duka cita aras meninggalnya Randi.
"Innalillahi wainnailaihi rajiun, Pimpinan Pusat Muhammadiyah berdukacita dan sangat menyesalkan atas meninggalnya kader IMM, Randi dalam aksi mahasiswa di Kendari," tulis dia di akun twitter.
baca juga: Ananda Badudu Isyaratkan Soal Kebebasan
Ia meminta, kejadian tersebut harus diusut dan ditindak secara hukum dengan tegas dan berat karena menyangkut nyawa anak manusia dan warga negara yang mestinya dilindungi. Kejadian yang tidak diharapkan ini harus diusut tuntas dan diselesaikan secara hukum dengan tegas dan seadil-adilnya. Peristiwa ini menjadi perhatian dan keprihatinan semua pihak, agar aksi mahasiswa dan gerakan demonstransi harus ditangani dengan sebaik-baiknya. Haedar meminta tidak boleh ada kekerasan dalam bentuk apa pun, apalagi menyangkut anak bangsa. (OL-3)
Perang tersebut terlalu menguras anggaran negara. Padahal, menurut dia, situasi internal di Amerika Serikat tidak baik-baik saja dan membutuhkan sokongan.
Delpedro Marhaen bentangkan bendera Iran di PN Jakpus, tuntut Presiden Prabowo mundur dari Board of Peace (BoP) dalam sidang putusan kasus penghasutan.
Gelombang protes pecah di penjuru Amerika Serikat usai tewasnya Ali Khamenei. Demonstran sebut kebijakan Trump sebagai bentuk tirani dan menyeret AS ke perang tanpa akhir.
Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (Dema PTKIN) Se-Indonesia mengapresiasi pola pengamanan kepolisian dalam aksi unjuk rasa mahasiswa.
Mahasiswa diimbau untuk tetap menyampaikan aspirasi secara damai dan konstitusional, khususnya di bulan suci Ramadan.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut pidana penjara 10 bulan terhadap 21 terdakwa kasus kerusuhan demonstrasi yang terjadi pada Agustus 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved