Rabu 25 September 2019, 16:23 WIB

Menkumham Sebut RKUHP tidak Mungkin Dirombak Ulang

Fachri Audhia Hafiez | Politik dan Hukum
Menkumham Sebut RKUHP tidak Mungkin Dirombak Ulang

MI/MOHAMAD IRFAN
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly

 

MENTERI Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly mengaku tak mungkin merombak ulang Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKHUP). Pasalnya, tidak mudah menyamaratakan pemikiran semua elemen masyarakat.
 
"No way, sampai 'Lebaran kuda' enggak akan jadi ini barang. Tidak mungkin kita mengambil persetujuan seluruh rakyat Indonesia 260 juta untuk UU ini, karena Indonesia negara yang heterogen. Memaksakan semua seragam enggak bisa," terang Yassona di Kemenkumham, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (25/9).
 
Namun, Yasonna tetap membuka ruang dialog bagi setiap pihak yang kontra dengan sejumlah pasal-pasal dalam RKUHP. Ia ingin tidak ada disinformasi yang berujung demonstrasi berkepanjangan.

"Kalau masih ada yang (kontra), kita jelaskan terang benderang duduk bersama-sama, masih kita perbaiki, mari kita duduk bersama," ujar Yasonna.

Baca juga: Fahri Hamzah Akui Kecewa Pengesahan RKUHP dan RUU PAS Ditunda
 
Kader PDI Perjuangan itu meminta semua pihak secara saksama membaca kandungan dari RKUHP. Aturan ini dirancang untuk menggantikan KUHP peninggalan zaman Hindia Belanda yang berlaku saat ini.
 
"Makanya saya menjadi heran, kalau ada orang melakukan penolakan seolah-olah ada yang kemarin bilang ini kolonialisme. Ini tidak baca, menyedihkan sekali. Jadi kita berharap sebagai anak bangsa kalau memang mau menyampaikan pandangan itu yang benar," ucap Yasonna.
 
Sejumlah elemen masyarakat menolak pasal-pasal kontroversial dalam RKHUP. Penolakan berujung demonstrasi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di depan Gedung DPR, Selasa (24/9).
 
DPR dan pemerintah pun sepakat menunda pengesahan empat RUU. Aturan itu meliputi RUU RKUHP, RUU Perubahan UU Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan, RUU Pertanahan, dan RUU Perubahan UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara (Minerba). (Medcom/A-4)

Baca Juga

Dok TPNPB-OPM

Setelah Bunuh Pekerja Proyek Trans Papua, TPNPB Bakar Kantor Distrik Paniai

👤Emir Chairullah 🕔Jumat 30 September 2022, 23:26 WIB
Sebby menambahkan, pihaknya akan terus melakukan penyerangan terhadap fasilitas umum yang ada di...
MI/Moh Irfan

Polri Tetapkan 10 Tersangka dalam Kasus Perjudian Kelas Atas

👤Khoerun Nadif Rahmat 🕔Jumat 30 September 2022, 23:12 WIB
Adapun 10 tersangka dalam kasus perjudian kelas atas diketahui masih berada di luar negeri. Polri kemudian memasukkan 10...
MI/M Irfan

Jenderal Andika dan Jenderal Dudung Saling Melengkapi

👤Media Indonesia 🕔Jumat 30 September 2022, 22:10 WIB
KEHADIRAN Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman saat rapat kerja dengan Komisi I DPR RI (26/9) membuktikan tak ada...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya