Senin 16 September 2019, 10:05 WIB

Dalam Ungkap Korupsi, Cari Motif Lebih Dulu

Golda Eksa | Politik dan Hukum
Dalam Ungkap Korupsi, Cari Motif Lebih Dulu

MI/MOHAMAD IRFAN
Peneliti MaPPI UI Muhammad Rizaldi

 

KORUPSI masih menjadi pekerjaan rumah di negeri ini. Asumsinya, ketika sudah dilakukan pencegahan dan penindakan, angka kriminalitasnya turun.

Namun, jangan lupa asumsinya bahwa orang jahat selalu ada sejak zaman Nabi Adam hingga sekarang.

Penting untuk didalami ialah kenapa orang jahat itu melakukan suatu bentuk kejahatan. Jadi, dalam mengungkap kasus-kasus korupsi yang dicari tahu ialah motifnya dulu, seperti bagaimana cara dilakukannya, kemudian barulah mencari tahu siapa yang melakukannya.

Seiring berjalannya waktu kejahatan tetap terjadi. Kita pun tidak tahu dan tidak bisa menjelaskan apa motifnya. Misalnya, orang melakukan pembunuhan dan motifnya balas dendam, masuk akal.

Namun, jika cara membunuh dengan mencincang, tentu motifnya tidak bisa diterima akal sehat.

Sama halnya dengan korupsi. Korupsi kalau dilihat motifnya, apakah ekonomi, power, itu semua sudah terbantahkan ketika Ketua Mahkamah Konstitusi (Akil Mochtar) ditangkap. Duitnya ada, power-nya ada, tapi tetap korupsi.

Sebaiknya harus dikembangkan aspek-aspek lain dalam penegakan hukum, seperti behavioral science. Perlu juga mengedepankan ilmu-ilmu yang tidak hanya ilmu hukum dalam penegakan hukum.

Orang melakukan sesuatu pasti bukan lantaran moralitas saja, tapi ada aspek ekonomi dan lainnya. Sayangnya, lembaga-lembaga penegak hukum kurang memanfaatkan hal-hal tersebut.

Mengenai suatu pembuatan sistem, seperti TP4 dan seterusnya, memang perlu diapresiasi.

Kita tidak boleh pula tutup mata jika ada jaksa atau oknum yang cawe-cawe. Perlu dilihat sampai kapan TP4 menjalankan tugasnya.

Artinya betul harus menguatkan sistem. Tidak hanya mengawal, tapi menguatkan sistem. Semua orang harus bisa mengakses bagaimana caranya, ada kejelasan bagaimana suatu penegakan hukum berjalan. Siapa pun mau melakukan bisnis, tender, dan sebagainya, harus tahu bagaimana caranya berjalan dan apa batasannya. (Gol/P-1)

Baca Juga

DOK DPR RI

Rachmat Gobel Apresiasi Terbentuknya BUMDes Bersama Situbondo

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 18 September 2021, 11:03 WIB
BUMDes Bersama Situbondo, menurut Gobel banyak memberikan nilai tambah, sehingga layak untuk dijadikan role model bagi BUMDes di daerah...
DOK DPR RI

Komisi IX Berharap Pekerja Kena PHK Dapat Dipekerjakan Kembali

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 18 September 2021, 10:40 WIB
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Ansory Siregar berharap yang masih bekerja jangan ada lagi yang...
Dok Unhan

Prabowo Restui Penguatan Arhanud

👤Cahya Mulyana 🕔Sabtu 18 September 2021, 08:51 WIB
Pertahanan Arhanud menjadi pilihan utama dan sudah direstui Menteri Pertahanan Prabowo...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Ramai-Ramai Abai Laporkan Kekayaan

KPK mengungkap kepatuhan para pejabat membuat LHKPN tahun ini bermasalah. Akurasinya juga diduga meragukan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya