Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
Bea Cukai Sumbagtim menghadiri malam Grand Final Pemilihan Duta Kopi Sumatera Selatan di Ballroom Hotel Inna Daira Palembang pada Kamis (5/9) lalu. Kegiatan ini sekaligus pemberian penghargaan terhadap Bea Cukai Sumbagtim atas kontribusi dan kepedulian terhadap pengembangan kopi di Sumatera Selatan.
Sumatera Selatan memiliki 250.000 hektare lahan kebun kopi yang menjadikannya sebagai satu daerah dengan lahan penghasil kopi terluas di Indonesia untuk jenis kopi Robusta – Arabica. Meskipun menjadi salah satu lahan terlus, keuntungan tersebut belum menjadikan Sumatera Selatan sebagai daerah penghasil kopi yang maju.
Hal ini yang menjadi perhatian Bea Cukai Sumbagtim untuk membantu memajukan Kopi Sumatera Selatan agar bisa diekspor sampai menuju pasar global.
Melalui program pembentukan Tim Klinik Ekspor yang bertujuan untuk menggali potensi komiditi daerah dalam rangka meningkatkan kegiatan ekspor di wilayah kerja, Bea Cukai Sumbagtim menargetkan kopi untuk menjadi komoditi unggulan yang dapat diekspor sampai ke luar negeri.
Duta Kopi Indonesia, Salama Sri Susanti, menyatakan bahwa kopi dari Sumatera Selatan haruslah menjadi komoditas yang menunjang perekonomian daerah. “Kopi Sumsel harus menjadi raja di rumahnya sendiri, kalau perlu sampai mendunia,” ujar Salama.
Bea Cukai Sumbagtim telah beberapa kali mengadakan pertemuan dengan duta kopi Indonesia untuk mengetahui hal-hal yang menjadi kendala serta permasalahan yang dihadapi dan membantu proses kegiatan ekspor kopi Sumsel.
Dengan adanya penghargaan untuk Bea Cukai, diharapkan dapat meningkatkan semangat Bea Cukai untuk terus membantu perusahaan menggali kekayaan alam daerah yang berpotensi untuk diekspor, mengedukasi masyarakat mengenai kegiatan ekspor dan fasilitas yang dapat diberikan oleh Bea Cukai sehingga dapat dimanfaatkan untuk memudahkan para eksportir demi tercapainya pertumbuhan ekonomi daerah. (RO/OL-10)
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mendalami dugaan korupsi terkait pengurusan cukai di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.
KPK bongkar taktik pegawai Bea Cukai inisial SA yang kelola uang gratifikasi di safe house Ciputat. Uang Rp5,19 miliar disita terkait kasus impor barang KW.
Instruksi 'bersih-bersih' tersebut merupakan kode untuk memindahkan tumpukan uang tunai dari lokasi awal.
KPK resmi menahan Kepala Seksi Intelijen Cukai Direktorat Penindakan dan Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Budiman Bayu Prasojo (BBP).
Para oknum tersebut sengaja menyiapkan lebih dari satu lokasi penyimpanan guna menghindari pemantauan aparat penegak hukum.
KPK temukan uang Rp5 miliar dalam 5 koper terkait kasus suap importasi Bea Cukai. Simak peran 6 tersangka termasuk pejabat Ditjen Bea Cukai di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved