Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
Kepala Kantor Bea Cukai Wilayah Maluku, Finari Manan, kunjungi Gubernur Maluku, Murad Ismail pada Jumat (06/09). Kunjungan ini bertujuan untuk mempererat sinergi antar instansi pemerintah pusat dengan pemerintah daerah.
Selain mengkuatkan sinergi, dalam kesempatan tersebut Finari juga menjelaskan tugas dan fungsi Bea Cukai selaku trade facilitator dan industrial assistant dalam mendukung perekonomian daerah khususnya di wilayah Maluku.
“Kami terus berupaya untuk bersinergi bersama dengan instansi/kementerian lembaga terkait dan pemerintah daerah guna mendukung peningkatan ekspor langsung dari wilayah Maluku, baik itu komoditi sektor perikanan dan kelautan maupun sektor pertanian, kehutanan dan lainnya,” ungkap Finari.
Menurut Finari, fasilitas kepabeanan dan cukai yang diberikan kepada pelaku usaha dapat mendorong perekonomian khususnya di Maluku.
“Fasilitas kepabeanan dan cukai yang bisa diberikan kepada para pelaku usaha sehingga dapat menarik investor, meningkatkan daya saing produk lokal, menyerap tenaga kerja dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat Maluku,” ujar Finari.
Masih dalam kesempatan yang sama, Murad Ismail menyampaikan apresiasi atas peran aktif Bea Cukai dalam bersinergi dengan pemerintah daerah guna membangun perekonomian daerah Maluku. Murad menegaskan bahwa sinergitas antar instansi yang berkepentingan harus dibangun dan diperkuat sehingga kendala dan permasalahan khususnya terkait masalah peningkatan ekspor langsung dari wilayah Maluku bisa teratasi.
Pemerintah daerah Maluku mendukung program Bea Cukai sesuai tugas dan fungsinya bekerja sama dalam memajukan perekonomian wilayah Maluku. (RO/OL-10)
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mendalami dugaan korupsi terkait pengurusan cukai di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.
KPK bongkar taktik pegawai Bea Cukai inisial SA yang kelola uang gratifikasi di safe house Ciputat. Uang Rp5,19 miliar disita terkait kasus impor barang KW.
Instruksi 'bersih-bersih' tersebut merupakan kode untuk memindahkan tumpukan uang tunai dari lokasi awal.
KPK resmi menahan Kepala Seksi Intelijen Cukai Direktorat Penindakan dan Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Budiman Bayu Prasojo (BBP).
Para oknum tersebut sengaja menyiapkan lebih dari satu lokasi penyimpanan guna menghindari pemantauan aparat penegak hukum.
KPK temukan uang Rp5 miliar dalam 5 koper terkait kasus suap importasi Bea Cukai. Simak peran 6 tersangka termasuk pejabat Ditjen Bea Cukai di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved