Kamis 29 Agustus 2019, 10:30 WIB

Mengaku Punya Novum Novanto Ajukan PK

M Ilham Ramadhan Avisena | Politik dan Hukum
Mengaku Punya Novum Novanto Ajukan PK

MI/BARY FATHAHILAH
Terpidana kasus E-KTP Setya Novanto.

 

MANTAN Ketua DPR Setya Novanto mengajukan peninjauan kembali (PK) ke Mahkamah Agung atas perkara korupsi terkait pengadaan KTP elektronik (KTP-E). Berkas PK tersebut diajukan melalui Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

"Benar Pak SN (Setya Novanto) mengajukan PK, jadi kita mulai sidang hari ini (kemarin)," kata pengacara Setya Novanto, Maqdir Ismail, di Jakarta, kemarin.   

Alasan pengajuan, kata dia, karena ada novum (bukti baru). Juga, pihak Novanto melihat ada pertentangan putusan dengan terdakwa lain, serta ada kehilafan hakim dalam menjatuhkan hukuman.   

Namun, Maqdir belum mau mengungkapkan apa bukti baru yang diajukan ke pengadilan. "Novumnya nanti deh, kan belum dibacain. Nanti diomeli sama hakim," elaknya.

Novanto merupakan narapidana yang dijatuhi vonis 15 tahun penjara, denda Rp500 juta subsider tiga bulan kurungan, serta diwajibkan membayar uang pengganti US$7,3 juta karena terbukti korupsi dalam pengadaan KTP-E tahun anggaran 2011-2013.

Terhadap vonis tersebut ia langsung menyatakan menerima dan tidak mengajukan banding. Pembayaran uang pengganti dilakukan dengan cara mencicil.

Hingga saat ini mantan orang nomor satu Partai Golkar itu sudah membayar Rp1,1 miliar lebih ditambah Rp5 miliar.  

Meski sudah dipenjara, Novanto kerap menjadi pemberitaan. Misalnya, temuan Ombudsman RI bahwa Novanto mendapatkan kamar yang lebih luas dan bagus dibanding warga binaan lain. Hal itu terungkap saat Ombudsman melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke LP Sukamiskin, Bandung pada 14 November 2019.

Dia juga pernah mengelabui petugas pengawal saat berobat ke RS Santosa Bandung. Akibatnya, pada 14 Juni lalu ia dipindahkan selama satu bulan ke Rutan Gunung Sindur, Bogor, dan tidak boleh dikunjungi keluarga. Namun, sejak 14 Juli 2019 ia kembali menghuni LP Sukamiskin.

Sementara itu, Komisi Pemberantasan Korupsi, kemarin memeriksa Dwina Michaella, putri Novanto. Dwina diperiksa sebagai saksi untuk tersangka baru kasus tersebut, yaitu Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra Paulus Tannos (PLS) terkait kasus KTP-E.

"Hari ini dijadwalkan pemeriksaan terhadap mantan Komisaris PT Murakabi Sejahtera Dwina Michaella sebagai saksi untuk tersangka PLS." (Mir/Ant/P-3)

Baca Juga

 ANTARA/Rivan Awal Lingga

Jadikan Putusan DKPP Berhentikan Ketua KPU sebagai Bahan Evaluasi

👤Cahya Mulyana 🕔Sabtu 16 Januari 2021, 15:20 WIB
Putusan DKPP harus dihormati dan menjadi bahan evaluasi besar-besaran penyelenggara...
MI/Moh Irfan

Komisi Kejaksaan akan Lanjuti Laporan ICW soal Penyidik Pinangki

👤Tri Subarkah 🕔Sabtu 16 Januari 2021, 10:37 WIB
Komisi Kejaksaan masih menunggu putusan pengadilan berkaitan dengan esensi pelaporan ICW terkait dugaan pelanggaran kode etik yang...
MI/MOHAMAD IRFAN

Berikut Tahanpan Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Kapolri

👤Cindy Aang 🕔Sabtu 16 Januari 2021, 05:40 WIB
Arsul Sani mengatakan rangkaian tahapan fit and proper test calon tunggal Kapolri, Komjen Listyo Sigit Prabowo telah digelar sejak Kamis,...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya