Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKRETARIS Jenderal Kementerian Dalam Negeri Hadi Prabowo mengatakan laba Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pada 2019 tergolong kecil. Hal tersebut cukup disayangkan, lantaran jumlah aset yang menyentuh ratusan triliun rupiah.
Hadi mengatakan berdasarkan catatan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), dari 1.097 BUMD dengan jumlah total aset sebanyak Rp340,118 triliun, laba yang diperoleh sepanjang tahun 2019 sebesar Rp10,372 triliun.
"Seluruh BUMD di Indonesia ini ada 1097, kalau kita lihat aset itu Rp 340.118 triliun, tapi labanya baru mencapai Rp 10 triliun. Perbandingan aset dan dana baru 3%," tutur Hadi saat Rapat Koordinasi Nasional Pengelolaan Keuangan Daerah Tahun 2019 di Hotel Grand Paragon, Jakarta, Rabu (28/8).
Dengan terpuruknya keuntungan, Hadi mengatakan BUMD perlu berbenah, khususnya dalam merekrut sumber daya manusia. Ia meminta BUMD harus meninggalkan perekrutan yang berdasarkan kedekatan. Namun, mengutamakan kompetensi.
Selain itu, ia mengkritisi kegagapan BUMD dalam menjalankan bisnis, sehingga tidak mampu mendongkrak keuntungan.
“BUMD kadangkala dihadapkan pada permasalahan SDM dan pola kerjanya masih terjebak pada gaya lama, naluri bisnisnya tidak ada, sehingga BUMD dirasakan tidak memberikan manfaat tapi justru membebani daerah,” kata Hadi.
Selain itu, ia menilai setiap jajaran di BUMD harus profesional, bekerja efektif, efisien, dan mengacu pada good corporate governance. Menurutnya, hal tersebut penting guna menghindari kesalahan manajerial.
“Semuanya harus terbuka, sudah tidak ada lagi yang ditutup-tutupi atau miss management (kesalahan manajemen), dan inefisiensi,” ungkap Hadi.
Maka dari itu, ia mengingatkan bagaimana posisi BUMD sebagai upaya peningkatan atau percepatan dalam pelayanan publik yang tuntutannya untuk pengembangan ekonomi daerah. Oleh karena itu, ia meminta BUMD memiliki peranan yang strategis di daerah dan harus dikelola dengan baik.
Rapat Koordinasi Nasional Pengelolaan Keuangan Daerah Tahun 2019 merupakan kegiatan rutin yang setiap tahunnya diselenggarakan oleh Ditjen Bina Keuangan Daerah (Ditjen Keuda) Kementerian Dalam Negeri.
Tema yang diusung pada rapat kali ini adalah “Penguatan BUMD dalam meningkatkan pelayanan publik sesuai tata kelola perusahaan yang baik (good coorporate goverance).” Rapat dihadiri 3000 peserta yang terdiri dari Dewan Pengawas/Komisaris, Direksi BUMD, Sekretaris Daerah, dan Pejabat yang membidangi BUMD Provinsi dan Kabupaten/Kota. (OL-09)
Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri terus memperkuat koordinasi percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatra.
Ia menilai tidak adanya kecocokan antara kebijakan pusat dan aspirasi lokal membuat masyarakat merasa diabaikan.
Persampahan merupakan salah satu tantangan utama dalam pembangunan daerah. Permasalahan ini berdampak luas, mulai dari pencemaran lingkungan, kesehatan, hingga aspek sosial dan ekonomi.
ANGGOTA Komisi II DPR RI, Ahmad Heryawan mendukung Kemendagri mengalokasikan anggaran sebesar Rp59,25 triliun untuk pemulihan pascabencana banjir dan longsor di Sumatra.
Regulasi yang ditetapkan pada 17 Desember 2025 ini bertujuan untuk memperkuat aspek kelembagaan BPBD di seluruh Indonesia dalam menghadapi ancaman bencana yang kian kompleks.
Pemilu tidak semata-mata soal menang atau kalahnya partai politik, melainkan juga menentukan sistem kehidupan berbangsa, termasuk arah kebijakan ekonomi nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved